Situs Belanja Apa yang Paling Tajir di Indonesia?

Belanja-Online

Tren global e-commerce memperlihatkan perkembangan positif. Merujuk data Goldmand Sachs, pada 2010 lalu misalnya, global e-commerce tumbuh 19,4% dengan nilai transaksi mencapai $572,5 miliar. Di Asia sendiri, online e-commerce tumbuh 27%. Bahkan, menurut catatan Nielsen, para pengakses internet di Asia Tenggara rata-rata menghabiskan 3,5% waktu online-nya untuk melakukan transaksi.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Catatan Nielsen pada 2010 menunjukkan baru 6% pengakses internet di sini yang berbelanja (ritel) secara online. Tidak ada keterangan tentang nilai rupiah yang berputar dalam bisnis online di Indonesia.

Yang pasti, menurut Nielsen, nilai belanja orang Indonesia di situ-situs online luar negeri dalam setahun bisa mencapai US$ 3,9 miliar. Tahun 2014 ini, diperkirakan angka transaksi belanja berbasis jaringan (online) Indonesia mencapai Rp295 triliun dari Rp94,5 triliun pada 2013. Jumlah yang tidak sedikit, bukan?

Laporan e-commerce dari Nielsen yang dirilis pada September 2014 menyebutkan, konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online untuk membeli barang dan jasa. Konsumen digital di Indonesia menikmati berbelanja secara online sejalan pertumbuhan kepemilikan perangkat bergerak terkoneksi.

Tak mengherankan, jika pada dua tahun belakangan ini, tren belanja online kembali marak di Tanah Air, seiring dengan makin familiarnya media online dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada situs penyedia transaksi di dunia maya—meskipun pada sepuluh tahun lalu grup Lippo pernah menelan pil pahit, harus gulung tikar, menutup bisnis online shopping-nya.

Banyak pemain dalam industri e-commerce di Indonesia yang dapat dikategorikan menurut bisnis mereka seperti forum online dan situs iklan baris (classifieds), situs bisnis untuk konsumen (B2C), marketplace konsumen untuk konsumen (C2C), dan sebagainya.

Fenomena tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi secara online ini menumbuhkan optimisme bagi pengelola Plasa.com, salah satu toko ritel virtual milik grup Telkom yang baru beroperasi pada tahun lalu.

“Kami optimis dengan bisnis online shopping ini,” kata Chief Excutive Officer Plasa.com Iriana E. Muadz sambil menambahkan bahwa pertumbuhan oinline shopping ini selain karena makin yakinnya konsumen pada keamanan bertransaksi di media online, juga karena penetrasi internet yang meningkat, dan pertumbuhan smart phone yang menyediakan fitur belanja online.

Lalu siapa yang paling tajir? ComScore, perusahaan analis media digital menempatkan berniaga.com pada peringkat pertama untuk situs jual-beli, diikuti situs olx.co.id pada peringkat kedua berdasarkan data yang dirilis September 2014.

Mengutip data ComScore, Nukman Luthfie, pengamat digital, mengatakan terdapat 4,469,000 pengunjung unik (unique visitors) berniaga.com pada Juli 2014 yang mencapai 20,5 persen dari keseluruhan pengunjung (21,769,000 pengunjung). "Untuk bulan Juli 2014, comScore mengkofirmasisitus berniaga.com mendapat total pengunjung unik lebih banyak dari situs iklan baris (classifieds) lainnya di Indonesia.

Bahkan jika dibandingkan dengan situs ritel, di antaranya Lazada atau Zalora, situs-situs iklan baris (berniaga.com dan olx.co.id) masih mendapat lebih banyak pengunjung unik. Pada bulan Juli 2014, menurut data comScore, terdapat 4.002.000 pengunjung unik yang mengunjungi olx.co.id (18.4 persen), 2.722.000 pengunjung unik yang mengunjungi lazada.co.id (12.5 persen) dan 1.231.000 pengunjung unik yang mengunjungi zalora.co.id (5.7 persen).

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)