9 Sektor Sasaran Keuangan Hijau Bank DBS

MIX.co.id - Bank DBS mengumumkan sembilan sektor industri yang tercakup dalam sasaran dekarbonisasi dan cakupan data. Kesembilan sektor tersebut mewakili segmen perbankan institusional penghasil emisi karbon terbesar yang dibiayai oleh DBS.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui laporan berbasis ilmu pengetahuan berjudul “DBS’ path to net zero – supporting Asia’s transition to a low-carbon economy” yang diselenggarakan secara offline di Singapura dan online via Webex pada Selasa, 13 September 2022. Hadir dalam kesempatan itu CEO Bank DBS Piyush Gupta, Chief Sustainability Officer Bank DBS Helge Muenkel, Head of Institutional Banking Bank DBS Tan Su Shan, dan Head of Sustainability, Institutional Banking Bank DBS Yulanda Chang.

Sembilan target sektor industri yang selaras dengan jalur dekarbonisasi dimaksud meliputi sektor daya, minyak dan gas (O&G), otomotif, aviasi, ekspedisi, baja dan real estate untuk sasaran dekarbonisasi. Sementara sektor pangan dan agribisnis, serta bahan kimia menjadi sasaran cakupan data untuk membuka jalan bagi target dekarbonasi sektoran pada masa depan.

Kesembilan sektor tersebut mewakili segmen perbankan institusional penghasil emisi karbon terbesar yang dibiayai oleh DBS. Mereka mewakili 31% dari pinjaman bank yang belum dilunasi tetapi merupakan sebagian besar emisi yang dihasilkan oleh perusahaan atau industri yang dibiayai Interbank Giro (IBG). Rencana emisi nol bersih tersebut juga mencakup hampir semua segmen intensif karbon paling tinggi dari catatan kegiatan pinjaman dan pasar modal DBS

Dari tujuh sasaran dekarbonisasi tersebut, enam ditetapkan sebagai metrik intensitas dengan tujuan untuk mencapai emisi lebih rendah per unit produksi atau aktivitas. Hal ini sesuai dengan tujuan DBS untuk memulai langkah emisi nol bersih yang konsisten dengan pertumbuhan dan kemakmuran inklusif dan berkelanjutan.

Publikasi rencana yang dapat diterapkan untuk menuju nol bersih ini merupakan kelanjutan penandatanganan DBS selaku anggota kelompok Net-Zero Banking Alliance yang diumumkan Oktober 2021 lalu. Sebagai penandatangan, DBS berkewajiban untuk menyelaraskan portofolio pinjaman dan investasinya dengan emisi nol bersih pada 2050.

Dengan memahami bahwa jalan menuju emisi nol bersih membutuhkan penggunaan bahan bakar fosil lebih rendah, target pengurangan emisi absolut telah ditetapkan untuk sektor migas. Pada 2030, DBS menargetkan untuk mengurangi emisi absolut di sektor migas yang terjadi karena DBS sebesar 28%, sepenuhnya selaras dengan skenario IEA NZE. Target tersebut akan mencakup emisi Cakupan 1, 2 dan 3. Hal ini melengkapi komitmen DBS di tahun 2019 yang secara bertahap akan menghapus pembiayaan batu bara termal.

“Komitmen nol bersih yang kami buat pada Oktober lalu, harus didukung peta jalan dan rencana jelas serta terperinci. Kami sangat senang dapat mengumumkan serangkaian aksi ambisius, luas dan terukur yang dapat kami laksanakan. Target dekarbonisasi ini akan berperan sebagai 'bintang utara' atau panduan untuk kegiatan pembiayaan kami, yang memandu kami ke emisi nol bersih pada 2050 melalui perubahan terukur,” papar Piyush Gupta, Chief Executive Officer Bank DBS. Ditambahkan, target tersebut akan ditinjau secara berkala seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan data klien. DBS juga akan memperbarui perkembangannya setiap tahun melalui Sustainability Report.

Gupta mengakui, pemetaan serangkaian aksi konstruktif dan berdampak bukan merupakan perkara yang mudah, mengingat tantangan dalam memetakan jalur industri yang sesuai dan tonggak pencapaian jangka menengah realistis di pasar memiliki titik awal yang berbeda-beda. Tambahan lagi, ada pengakuan luas bahwa laju menuju emisi nol bersih di pasar negara-negara berkembang di mana DBS beroperasi, berjalan lebih lambat dibandingkan pasar negara maju.

Meski demikian, DBS berkomitmen untuk menuju emisi nol bersih pada 2050, yang menempatkan mereka pada jalur proaktif dan peka terhadap kebutuhan nasabah dan masyarakat. Melalui pengumuman kemarin, DBS mendorong nasabah perbankan institusional untuk mengubah strategi bisnis mereka dan mempercepat perjalanan transisisnya. Hal itu dapat dicapai melalui berbagai cara, termasuk dengan memberikan mereka solusi keuangan berkelanjutan dan solusi keuangan transisi untuk perusahaan yang berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca mereka.

“Kemampuan kami untuk mencapai ambisi emisi nol bersih sangat bergantung pada keberhasilan klien dalam menjalankan rencana transisi mereka. Untuk mempercepat transisi dan memenuhi kebutuhan investasi besar dalam beberapa dasawarsa mendatang, kami akan secara proaktif bermitra dengan klien, memberi mereka nasihat keuangan dan solusi keuangan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (solusi keuangan transisi), saat kami bersama-sama bekerja menuju masa depan rendah karbon,” tambah Tan Su Shan, Group Head Institutional Banking Group. Ia menyatakan kegembiraannya karena dalam beberapa tahun terakhir sudah terlihat peningkatan berarti dalam permintaan akan solusi keuangan hijau dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)