Agar Investor Jepang Tetap Tertarik Berinvestasi di Tahun Politik

Jelang tahun politik di tahun ini, pemerintah Indonesia optimis iklim investasi akan lebih baik dibandingakan tahun-tahun sebelumnya. Keyakinan itu diungkapkan oleh Farah Ratnadewi Indriani selaku Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM di sela-sela acara seminar “Indonesia Investment Outlook 2018” yang diselenggarakan oleh Moores Rowland Indonesia dan Honmachi International Law Office pada hari ini (23/2) di Jakarta.

Demi mewujudkan optmisme tersebut, dikatakan Farah, melalui Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2017 (Perpres No 91/2017) tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, mulai tahun ini secara bertahap pemerintah akan menerapkan single submission system (Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Satu Pintu). “Dengan demikian, investor tinggal melakukan proses registrasi pada sistem online yang telah disediakan, sehingga akan semakin mempercepat proses perizinan investasi,” ujarnya.

Ditambahkan Farah, saat ini Jepang merupakan investor kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura, dengan nilai investasi sekitar US$ 4,99 miliar pada sepanjang tahun 2017. Singaprua sendiri, telah menanam investasi di Indonesia sebesar US$ 8,44 miliar. Sementara itu, di posisi ketiga ada Amerika Serikat yang mencapai investasi sebesar US$ 1,99 miliar di tahun 2017.

“Dengan pertumbuhan investasi 13,1 persen per tahun, Indonesia kini menempati posisi keempat dalam rangking investment competitive di antara negara-negara di Asean. Industri pariwisata salah satu sektor industri yang kini paling dipromosikan oleh pemerintah Indonesia. Terutama, di 10 daerah pariwisata yang dianggap strategis, yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Kepulauan Seribu, Komodo,
morotai, Borbudur, dan Wakatobi,” paparnya.

Senada dengan Farah, Ekonom senior dan mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 1998-1999, Marzuki Usman, juga optimis ajang demokrasi Tahun Politik 2018 dan 2019 tidak akan sampai mengganggu iklim investasi di Indonesia yang kini sangat kondusif. “Indonesia juga diminati oleh para investor dari Jepang. Terbukti, saat ini terus tumbuh restoran-restoran Jepang di semua kota di Indonesia. Pariwisata, agrikultur, dan infrastruktur juga cocok untuk para investor Jepang,” yakinnya.

Antusiasme Jepang akan Indonesia juga dibuktikan dengan kehadiran sekitar 80 investor Jepang di Indonesia, para pengusaha Jepang, pejabat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia, pada acara seminar kali ini.

Dikatakan Kazuhiko Nishihara, Partner Honmachi International Law Office, “Berinvestasi di Indonesia sangat menarik. Dan, bidang yang ingin diinvestasikan di Indonesia oleh para investor Jepang juga sangat variatif. Antara lain, di bidang Teknologi Informasi, properti, dan sebagainya. Hanya saja, ada dua tantangan utama dalam berinvestasi di Indonesia, regulasi dan perbedaan kultur.”

Oleh karena itu, ia berharap ada deregulasi yang dapat memenuhi kebutuhan para investor Jepang. “Misalnya, adanya deregulasi-deregulasi baru dan transparansi terkait sistem transportasi atau distribusi di Indonesia. Sebab, Jepang memiliki banyak pabrik dan infrastruktur di Indonesia,” tegas Nishihara.

Diakui James Kallman, CEO dari Moores Rowland Indonesia—konsultan bisnis internasional yang telah lebih dari 20 tahun hadir di Indonesia dan telah memiliki portofolio panjang dalam membantu melayani investor-investor dari Jepang membuka usaha di Indonesia, “Investor Jepang di Indonesia tidak hanya dalam bidang manufaktur, tapi juga di berbagai bidang, baik yang industrial maupun non industrial. Kami selalu mendorong dan mempromosikan peningkatan kerja sama bisnis dari kedua negara ini.”

Meggy Parengkuan dari Marccus Partner menambahkan bahwa pada 2017 lalu, pihaknya bekerja sama dengan Homachi International Law Office dan telah menggelar dua kali sesi seminar di dua kota utama Jepang, yakni di Tokyo dan Osaka guna mempromosikan investasi di Indonesia. “Adapun acara di Jakarta hari ini merupakan yang ketiga. Diharapkan dari seminar-seminat ini akan semakin meningkatkan minat pengusaha Jepang membuka bisnis di Indonesia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)