Bidik Entrepreneur Pemula, Bank DBS Gelar Program Pelatihan Wirausaha

Sebagai bagian dari kampanye brand “Igniting Possibilities, Sparking Joy” (SPARK), Bank DBS menyelenggarakan DBS SE Boot Camp yang yang resmi diluncurkan pada Senin, (27/7) di Jakarta. DBS SE Boot Camp merupakan seri pelatihan untuk wirausaha sosial pemula yang ingin mengembangkan organisasinya serta memperbesar akses pendanaan dan dampak sosialnya.

20131211_DBS_ST Bank DBS menyelenggarakan DBS SE Boot Camp

DBS Foundation dan Usaha Pusat Usaha Kecil dan Mikro Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UKMC UI) mengajak wirausaha sosial pemula untuk mengikuti DBS SE Boot Camp, seri pelatihan dan pendampingan wirausaha sosial yang akan berlangsung di Depok, Jawa Barat, bulan Agustus hingga Desember 2015 selama bertahap.

“Penyelenggaraan DBS SE Boot Camp ini selaras dengan semangat kampanye brandIgniting Possibilities, Sparking Joy (SPARK) yang sedang kami jalankan. Di DBS, kami berupaya untuk terus menyediakan beragam wadah yang memungkinkan wirausaha sosial di Indonesia untuk dapat bertumbuh”, tutup Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications DBS Indonesia.

Dalam kegiatan ini, para wirausahawan sosial pemula akan mendapatkan pengetahuan langsung dari pakar-pakar bisnis institusi ternama tentang bagaimana mengembangkan organisasinya menjadi social enterprise yang dapat mengakses program pendanaan dan memperbesar dampak sosialnya.

“Kami telah bekerja sama dengan UKMC UI dalam menganalisa permasalahan- permasalahan yang sering dialami wirausahawan sosial. Dari hasil analisa tersebut, kami menyusun kurikulum yang akan disajikan dalam DBS SE Boot Camp agar pelatihan yang diberikan dapat tepat guna. Pelatihan ini bersifat gratis dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen dalam berwirausaha sosial,” ujar Mona.

Mona menyebutkan bahwa pengembangan kewirausahaan sosial adalah solusi bisnis masa kini untuk menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat. “Isu sosial di Indonesia semakin kompleks dan hanya bisa diselesaikan secara kolektif. Bila semakin banyak masyarakat yang terlibat menyelesaikan problematika tersebut melalui kewirausahaan sosial, maka kita dapat melihat lebih banyak solusi. Sebab, wirausaha sosial mampu membentuk perekonomian yang mandiri dan secara bersamaan membawa dampak sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.

DBS SE Boot Camp akan berlangsung dalam 5 (lima) sesi secara bertahap pada Agustus hingga Desember 2015 di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, dengan kurikulum utama yang membahas modul utama pengembangan kewirausahaan sosial, antara lain Teori Perubahan Sosial dan Metode Identifikasi Masalah , Pola Berpikir Logis dan Pengukuran serta Pengawasan Dampak Sosial dan Finansial , Model Perencanaan Bisnis, Mengakses Pendanaan Bisnis Sosial.

Sejumlah institusi bergengsi yang berpengalaman di bidang wirausaha sosial turut mendukung pelaksanaan DBS SE Boot Camp sebagai Knowledge Partner. Antara lain adalah British Council, Kinara Indonesia, Boston Consulting Group, Aavishkaar dan LGT Venture Philantrophy.

“Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan para peserta dapat mengenal berbagai macam pola pendanaan, sehingga dapat berfokus pada keberlanjutan usaha dan peningkatan dampak sosial,” ujar Dewi Meisari dari Penasihat Senior UKMC UI. “Dengan perencanaan dan pola bisnis yang baik, wirausaha sosial akan dapat menyentuh dan memberi dampak ke lebih banyak lapisan masyarakat,” tambahnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)