Content Creator Melonjak Selama Pandemi, Samsung Gelar “Galaxy Creator Workshop"

Pandemi yang diikuti pergeseran perilaku konsumen yang mengarah pada aktivitas online, telah memicu pertumbuhan content creator di Indonesia. Merujuk data SocioBuzz, influencer marketing platform, terjadi peningkatan jumlah pendaftaran content creator selama pandemi.

“Terjadi peningkatan pendaftaran content creator hingga tiga kali lipat di platform SociaBuzz setelah pandemi meski kami tidak melakukan promosi apapun. Dari 2.552 user baru per bulan sebelum pandemi, menjadi 7.730 user baru per bulan setelah pandemi,” ungkap Rade Tampubolon, CEO & Co-Founder SociaBuzz.

Lebih jauh ia menjelaskan, peningkatan tertinggi berasal dari segmen millennials (Gen Y) dan Gen Z. Jika Gen-Z mencapai 51,56%, maka millennials menyentuh 45,93%. Sedangkan Gen X, hanya mencapai 2,51%.

Sementara itu, Top 5 kategori konten yang dihadirkan dari para content creator millennials dan Gen-Z tersebut adalah lifestyle, fashion, beauty, travel, serta food & drink.

“Perkembangan teknologi berperan besar terhadap adanya fenomena ini. Dengan semakin banyaknya ragam media sosial yang dapat digunakan untuk membangun audience, semakin canggih dan terjangkau perangkat yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam membuat konten dan karya, serta semakin banyak platform yang tersedia untuk menghasilkan uang seperti YouTube Adsense dan creator marketplace seperti SociaBuzz,” terang Rade.

Samsung Electronics Indonesia tentu saja tak melewatkan fenomena itu. Melalui salah satu produknya, Samsung Galaxy A Series, Samsung mencoba menjawab kebutuhan para content creator dalam memproduksi konten di media sosial mereka.

Salah satu upaya yang dilakukan Samsung adalah dengan mengajak pengguna smartphone Samsung Galaxy untuk menjadi content creator di Galaxy Creator Workshop (GCW), yang dihelat pada pertengahan Oktober ini (19/10).

“Inisiatif ini bertujuan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk tidak perlu khawatir dan jangan takut untuk memulai dan menuangkan ide untuk membuat konten yang awesome dengan Samsung Galaxy A series. Dengan demikian, mereka dapat mewujudkan keinginannya menjadi seorang content creator,” papar Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

Lebih jauh ia menjelaskan, pengguna smartphone Samsung Galaxy A series dapat bergabung dalam GCW dengan mendaftar melalui aplikasi Samsung Member, sebuah aplikasi untuk para pengguna smartphone Samsung Galaxy dan produk Samsung lainnya.

Galaxy Creator Workshop akan digelar dalam tiga sesi melalui aplikasi Samsung Member mulai awal November 2020. Pada sesi pertama GCW  bertajuk ‘Semua Bisa Jadi Content Creator’, Samsung akan mengajak semua pengguna Galaxy A series untuk dari sekarang menjadi content creator, dan  bisa membuat konten yang keren dengan fitur esensial dari Galaxy A01 Core, A01, dan A11.

Selanjutnya, pada GCW kedua bertajuk ‘Be Creator, Be Awesome You', Samsung akan menunjukkan beberapa cara membuat konten awesome dengan Galaxy A51 dan A71 . Konten Awesome akan menghasilkan lebih banyak views dan pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan bagi content creator.

Pada sesi penutup, melalui GCW bertajuk “Create Your Content for Your Business”, peserta akan ditunjukkan tips serta trik bagaimana konten yang keren bisa mendukung bisnis penggunanya.

“Di masa pandemi tentunya banyak perubahan dan tantangan. Melalui Galaxy Creator Workshop, kami mengajak pengguna Galaxy A series untuk mengubah tantangan menjadi peluang, yaitu menjadi content creator #withGalaxy di genggaman Anda. Dengan fitur esensial Galaxy A01 Core, A01 dan A11, kita bisa membuat konten keren dari sekarang dan terus mengasah kreativitas kita menjadi content creator,” terang Irfan.

Diakui Ogut Mudacumasekali, seorang content creator, untuk memulai sebagai seorang content creator, sekarang generasi muda tidak perlu bermodalkan perangkat yang banyak dan mahal. Selain itu, untuk menjadi seorang content creator, juga perlu diiringi dengan menerapkan tips dan trik tersendiri agar konten yang dihasilkan lebih maksimal.

“Yang pertama adalah audience, dengan fokus pada permasalahan audience yang ingin dibidik agar konten tepat sasaran. Yang kedua adalah algoritma, ikuti trend yang ada, pahami penggunaan sosial media, dan selalu adaptif. Yang ketiga easy tools, gunakan alat yang mudah dioperasikan dari mulai perangkat dan aplikasinya, seperti Samsung Galaxy A01 Core|A01|A11. Yang terakhir adalah A/B testing, yaitu konsisten bereksperimen dan terapkan: create, evaluate, revise, repeat,” ia menguraikan.

Diakui Ogut, saat ini, pengguna media sosial di Indonesia memang lebih menyukai konten hiburan dibandingkan konten edukatif. Tak heran, jika mayoritas konten di media sosial adalah konten hiburan. Kendati demikian, bukan berarti konten edukatif tidak dapat bersaing. “Copy writing dan desain yang mampu menyentuh hati audience atau warganet menjadi kunci agar konten edukasi dapat bersaing dengan konten-konten hiburan yang saat ini lebih menguasai dan disukai oleh audience di Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)