Gandeng Triputra dan Temasek, STT GDC Siap Bangun Kampus Data Center

Perusahaan penyedia layanan pusat data ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) menjalin kerja sama dengan Triputra Group dan Temasek untuk membangun platform operasi pusat data baru di Indonesia.

Kerja sama (joint venture) tersebut berencana membangun kampus pusat data pertama di Greenland International Industrial Center yang berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi.

Kampus pusat data ini nantinya akan terdiri dari beberapa gedung dengan dukungan kapasitas hingga 72 megawatt untuk memenuhi kebutuhan pengembangan teknologi informasi. Konstruksi fase pertama diharapkan bisa dimulai bulan mendatang dan diperkirakan akan rampung pada kuartal pertama (Q1) tahun 2023.

Bruno Lopez, President and Group CEO, STT GDC mengungkapkan joint venture ini menandai masuknya STT GDC yang berbasis di Singapura ke pasar pusat data (data center) Indonesia dan sekaligus langkah penting menjadi pelaku usaha pusat data yang terdepan di Asia Pasifik.

“Indonesia adalah negara dengan perekonomian berbasis internet yang terbesar dan bertumbuh paling pesat di wilayah Asia Tenggara,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (25/5), di Jakarta.

Direktur Triputra Group Arif Rachmat menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah mencanangkan Roadmap Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik dan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024 untuk mendukung perekonomian digital yang inklusif, serta mempersiapkan akselerasi pertumbuhan digital terutama untuk pelaku usaha lokal.

“Kebutuhan akan layanan digital dan cloud di Indonesia bertumbuh secara eksponensial dan ini adalah waktu yang paling tepat bagi kami untuk masuk ke industri pusat data,” ujarnya.

Perekonomian digital Indonesia diproyeksikan akan bernilai 124 miliar dolar AS di tahun 2025, dan menduduki peringkat ke-4 terbesar dunia. Data tahun 2018 menyebutkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 64,8% atau setara dengan 171 juta orang dan penetrasi ini akan terus meningkat ke depannya.

Melalui kemitraan ini, STT GDC akan memperluas dan memperkuat jaringan pusat datanya di Asia dan kini mencakup tiga negara dengan populasi terbesar di Asia, yaitu China, India dan Indonesia.

Kemitraan ini juga merupakan cerminan dari kepercayaan diri Indonesia sebagai penerima Foreign Direct Investment (FDI). Di kuartal pertama 2021, FDI yang masuk mencapai 7.72 miliar dolar AS, meningkat 14% dibandingkan periode waktu yang sama di tahun 2020. Singapura adalah penyumbang FDI terbesar di tahun 2020, dan tetap memimpin pada Q1 tahun 2021. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)