Iklan Video Digital Makin Diminati, Ambient Digital Indonesia Tantang Youtube

Di Indonesia, penggunaan iklan video digital belum terlalu banyak jika dibandingkan dengan media konvensional (TV). Kendati demikian, penggunaan iklan video digital terus mengalami pertumbuhan. Terbukti, makin banyak perusahaan lokal, nasional, ataupun multinasional memanfaatkan iklan video digital.

Foto_2_2___1436417280_94371

PT Ambient Digital Indonesia memanfaatkan peluang di segmen layanan pembuatan iklan video digital

Meski potensi pasar yang menawarkan layanan pembuatan iklan video digital di Indonesia sangat besar dan tengah berkembang, namun belum banyak perusahaan yang melirik layanan tersebut. Peluang itu pun coba ditangkap PT Ambient Digital Indonesia.

Didirikan pada 1 Mei 2013 lalu, Ambient Digital Indonesia merupakan hasil kerjas sama antara Ambient Digital Group Pte Ltd dan Remco Lupker--salah satu pendiri Toko Bagus Indonesia. Ambient Digital Indonesia merupakan perusahaan pertama yang menggunakan sistem video periklanan digital di Indonesia.

“Konsep yang kami tawarkan kepada klien atau pengelola merek adalah mempertemukan pengiklan (Brand) dengan ratusan pemilik situs di dalam satu sistem yang sangat berkembang,” kata Remco Lupker di sela-sela even Meet-up media yang digelar pada awal Juli lalu ( 7/6) di Kemang, Jakarta.

Melalui konsep tersebut, Ambient Digital Indonesia dapat mewujudkan obyektif dari pengiklan, yakni menjangkau sasaran yang tepat dengan menggunakan teknologi audience targeting. "Dengan kekuatan data, iklan (video) hanya muncul kepada mereka yang bersangkutan dengan sasaran pengiklan. Hal itu mengurangi gangguan kepada mereka yang masuk ke dalam suatu situs. Tentu saja memberikan nilai lebih tinggi kepada pengiklan dan pendapatan lebih untuk pemilik situs. Di luar Google dan Facebook, Ambient Digital Indonesia adalah yang pertama dan satu-satunya sebagai perusahaan periklanan digital yang menggunakan teknologi audience targeting,” katanya.

Hingga kini, Ambient Digital Indonesia telah dipercaya Unilever, P&G, HSBC, Microsoft, Sampoerna, Indosat, dan semua iklan trailer film dari Hollywood & Warner Bros yang mempromosikan iklan mereka di Indonesia. "Digital iklan adalah pasar yang sangat cepat berkembang di Indonesia. Terbukti, omzet kami tahun ini naik 200 persen dibanding tahun lalu. Bahkan, tahin lalu kami juga sudah menjangkau lebih dari 150 juta pengguna," akunya.

Diakui Remco, di Indonesia sudah banyak perusahaan ad-network dan menjadi incaran pemain asing, karena potensinya yang sangat besar. "Persaingan dipastikan makin ketat. Kompetitor utama kami yakni Youtube. Perbedaannya dengan youtube, iklan kami muncul hanya di situs lokal seperti situs berita, yang sifatnya multiple site dan membantu situs-situs lokal mendapatkan income dari kerja sama,” jelasnya. Sementara itu, Ivan Lau, CEO PT Indonesia OPPO Electronics memaparkan, "Kami menemukan bahwa membangun komunikasi melalui video iklan dengan Ambient Digital adalah alat yang paling efektif. Di OPPO, kami mendedikasikan diri kami untuk pengembangan seni dan teknologi, khususnya di bidang periklanan. Hal itu sejalan dengan moto kami, The Art of Technology."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)