Indofood, Top Sales Emiten Q1 2019

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menjadi top sales emiten pada kuartal I (Q1) 2019 dengan nilai total penjualan sebesar Rp11,256 triliun, meningkat sebesar 13,9% dibandingkan penjualan pada Q1 2018. ICBP bertukar tempat dengan Unilever Indonesia Tbk. (UNLR) yang pada kuartal I tahun lalu menempati posisi I. Tahun ini UNLV membukukan total penjualan sebesar Rp10,665 triliun, menurun sekitar 0,8% dibandingkan penjualan pada Q1 2018. Sementara itu, Mayora Indah Tbk. (MYOR) tetap berada pada posisi ketiga dijajaran Top Sales Emiten, dengan kenaikan penjualan sebesar 11,1% menjadi Rp6,014 triliun.

Baik Indofood maupun Unilever, kontribusi penjualannya dari pasar lokal masih tetap dominan (lebih dari 90%). Namun penjualan Unilever di pasar lokal pada Q1 ini cenderung stagnan, atau hanya tumbuh 0,5%. Sedangkan penjualan Indofood di pasar lokal tumbuh 13,8%. Penjualan Unilever di pasar ekspor menurun sebesar 21,5%. Sedangkan kinerja ekspor Indofood meningkat, yaitu tumbuh sebesar 14,6%.

Yang menarik dari data top sales emiten ini adalah, ternyata Mayora kontribusi penjualannya dari pasar lokal dan ekspor hampir seimbang. Pasar lokal menyumbang sekitar 60% kepada total sales, dan ekspor menyumbang sekitar 40%. Penjualan di pasar lokal naik sekitar 17% dan penjualan ke pasar ekpor naik sekitar 3,1%

Berada di urutan keempat dan kelima pada ranking top sales emiten pada Q1 adalah perusahaan farmasi, masing-masing adalah Kalbe Farma Tbk. dan Tempo Scan Pacific Tbk. Masing-masing membukukan penjualan Rp5,365 triliun (tumbuh 7% dibandingkan Q1 2018) dan Rp2,704 triliun (tumbuh 13,5%).

Sedangkan lima posisi teratas top sales emiten berikutnya (posisi ke-6 sampai ke-10) adalah perusahaan-perusahaan manufaktur makanan dan minuman, berturut-turut adalah Ultrajaya Milk Industry & Trading Co.Tbk, Kino Indonesia Tbk., Siantar Top Tbk., Nippon Sari Corporindo Tbk., dan Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

Selain Unilever yang kinerja penjualannya pada Q1 tahun ini menurun, Wilmar Cahaya (pemilik brand minya goreng Sania, Fortune, dan Sovia) tercatat sebagai emiten dengan pertumbuhan negatif. Tidak tanggung-tanggung, penjualan Wilmar pada Q1 tahun ini menurun hampir seperempatnya (-24%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)