Konsep Baru Trade Mall untuk Segmen UKM

Salah satu tantangan terbesar Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengembangkan bisnisnya adalah mencari channel pemasaran dan penjualan. Oleh karena itu, pemerintah dan sejumlah perusahaan bersinergi untuk turut berperan mengembangkan bisnis UKM lewat berbagai upaya. Agung Podomoro Land (APL) misalnya, kini tengah mengembangkan konsep baru Trade Mall (TM) untuk segmen UKM. Dijelaskan Assistan Vice Presiden Marketing Trade Mall Agung Podomoro Ho Mely Suryani, "Kehadiran konsep baru TM menunjukkan kontribusi APL untuk turut menumbuhkan ekonomi kerakyatan lewat UKM sesuai keinginan Presiden Joko Widodo. Selain itu, kami ingin terus mengembangkan UKM yang selama ini berbisnis di TM. Untuk itu, konsepnya harus selalu disegarkan agar masyarakat tertarik untuk berkunjung, karena mereka merasa berbeda dan lebih betah untuk membeli barang yang diinginkan." Sementara itu, guna mendukung segmen UKM, diterangkan Mely, APL juga tengah membangun e-commerce untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli barang tanpa harus berkunjung ke Trade Mall. "Saat ini, desainer kami tengah mempersiapkan sistemnya sebagai tahap awal yang kami pasarkan melalui e-commerce adalah produk elektronik, perkakas, serta alat rumah tangga," ujar Mely. Mely mengatakan, untuk produk seperti baju, sepatu, serta tas sepertinya belum akan dimasukan ke dalam e-commerce karena masyarakat masih lebih suka untuk memegang dan merasakan untuk produk-produk semacam itu. 20161220img-20161220-wa0000 Mely juga menyampaikan, meskipun saat ini hadir beragam inovasi e-commerce, namun tidak perlu khawatir. Sebab, masyarakat masih menyukai untuk berbelanja secara offline atau berkunjung ke toko. "Untuk trade mall pembeli lebih banyak berinteraksi dengan pedagang karena di dalamnya terdapat proses tawar menawar, berbeda dengan mall yang harganya sudah pasti," kata Mely. Mely mengatakan pembeli trade mall merupakan trader untuk dijual kembali sehingga tentunya di dalam transaksinya mereka akan banyak tawar menawar, serta memastikan produk yang dibelinya berkualitas. Ia juga menyampaikan bahwa omzet rata-rata pedagang di trade mall yang dikelola APL mencapai Rp 1 miliar per bulan, sehingga mereka biasanya sudah punya pelanggan tetap. Kehadiran e-commerce nantinya diharapkan akan membantu pedagang dalam memasarkan produknya. Sebab, menurut Mely, produk e-commerce tanpa adanya tempat jualan tidak akan optimal. "E-commerce kalau ada alamat pastinya akan disenangi pembeli karena kalau nantinya produknya tidak sesuai harapan mereka dapat complaint ke pedagang yang menjualnya," ujar Mely.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)