Pada akhir 2012, kredit Bank Danamon untuk segmen mass market mencakup 57% dari total portofolio kredit, dengan nilai pertumbuhan sebesar 11% sehingga menjadi Rp 66,1 triliun. Kredit mass market mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan Solusi Emas Syariah, yang merupakan pembiayaan syariah beragun emas.

Pada kurun yang sama, kredit UKM dan Komersial Danamon mencatatkan pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp30,5 triliun. Nilai ini didukung oleh kinerja positif dari unit bisnis ABF (Assets Based Financing) dan trade finance. Kredit UKM dan Komersial mencakup 26% dari total portfolio kredit Danamon. ”Kredit untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh sebesar 19%, dan berkontribusi sebesar 31% dari total kredit Danamon,” kata Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial Officer Danamon dalam siaran pers yang diterima MIX Senin (18/2/13) sore.

Paparan Kinerja PT Bank Danamon Indonesia Tahun 2012

Segmen Wholesale yang berkontribusi sebesar 11% dari total portfolio kredit Danamon, membukukan pertumbuhan kredit sebesar 1% sehingga nilainya menjadi Rp 12,6 triliun. Sementara itu kredit dari segmen Consumer Banking tumbuh sebesar 26% menjadi Rp 7,1 triliun yang didukung oleh pertumbuhan yang kuat pada kredit mortgage serta pertumbuhan stabil pada kartu kredit dan kredit personal.

Total kredit Danamon pada akhir tahun 2012 tercatat sebesar Rp 116,4 triliun. NIlai ini merupakan hasil pertumbuhan 14% dari total kredit di akhir 2011 yang sebesar Rp101,7 triliun. Dari total kredit Danamon (standalone), 66% merupakan kredit untuk sektor produktif.

Senin kemarin, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengumumkan laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) sebesar Rp 4,01 triliun untuk tahun 2012. Angka itu merupakan peningkatan 22% dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak untuk tahun 2011, sebesar Rp 3,29 triliun. Peningkatan NPAT didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market, usaha kecil menengah (UKM) dan komersial.

“Tahun 2012 ini iklim perekonomian Indonesia tetap kondusif oleh kuatnya permintaan dalam negeri yang mampu menepis dampak dari penurunan perekonomian global. Hal ini memungkinkan industri perbankan Indonesia untuk menjaga pertumbuhan yang positif, dan Danamon adalah salah satu yang mendapatkan manfaat dari kondisi ini,” kata Henry Ho, Presiden Direktur Danamon. “Kami tetap dapat meningkatkan kualitas aset, meskipun portfolio kredit tumbuh secara signifikan di semua lini bisnis sepanjang tahun,” tambah Vera Eve Lim.

Untuk melengkapi perluasan jaringannya, Danamon telah melakukan pengembangan atas layanan internet dan mobile banking. Pada tahun 2012 silam, Danamon meluncurkan beberapa inovasi untuk menambah nilai terhadap jalur layanan alternatif, termasuk peluncuran mobile branch, yang memungkinkan Danamon untuk secara aktif mengunjungi nasabah, serta kerjasama dengan Garuda Indonesia yang memberi kemudahan bagi nasabah Danamon untuk memesan tiket pesawat melalui layanan ATM dan internet banking Danamon.

Sepanjang 2012, Danamon membuka 54 cabang konvensional baru, 95 cabang Solusi Emas Syariah, dan 19 outlet Danamon Simpan Pinjam. Lebih lanjut, Adira Finance membuka 45 cabang dan outlet baru dan Asuransi Adira membuka 3 outlet baru. Selama kurun tahun tersebut Danamon juga menambahkan 209 mesin ATM dan 23 mesin setor tunai (cash deposit machine). “Ekspansi jaringan ini adalah upaya kami untuk memperluas keberadaan Danamon, sehingga menjadi dekat dengan nasabah,” lanjut Vera.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)