Mahasiswa LSPR Lakukan Simulasi Press Conference tentang Crisis Management

MIX.co.id - Mahasiswa jurusan Public Relations & Digital Communication kelas PRDC24-3SP LSPR Communication and Business Institute, menggelar simulasi atau praktik Press Conference, pada pertengahan Juli ini (14/7) secara virtual. Simulasi ini sebagai tugas akhir atau Final exam mata kuliah Media Relations Management: Digital & Conventional, dengan dosen pengampu, Rizka Septiana, M.Si, IAPR.

Kali ini, simulasi Press Conference menghadirkan dua kelompok yang  perusahannya tengah mengalami Crisis Management. Kelompok pertama mengangkat kasus  terkait medication error atau kesalahan pemberian obat terhadap seorang anak yang berumur 12 tahun, yang terjadi di Puskesmas Ulak Karang, Padang, Sumatera Barat. Sedangkan kelompok lainnya melakukan Press Conference tentang adanya isu PHK massal Shopee, yang beredar di Indonesia. Simulasi press conference juga dihadiri oleh tim PRODI Komunikasi LSPR Communication and Business Institute dan praktisi wartawan.

Dituturkan Rizka Septiana, M.Si, IAPR., Dosen LSPR Communication and Business Institute, "Selain memberikan pemahaman dan trik dalam membina hubungan baik dengan salah satu opinion leader yaitu media massa, mata kuliah ini juga menitikberatkan kepada kesiapan seorang humas dalam melakukan aktivitas kehumasan, khususnya dengan media sebagai institusi secara umum, dan awak wartawan secara khusus."

Lebih jauh ia menegaskan, simulasi ini juga mendorong mahasiswa untuk mampu mengilustrasikan kinerjanya, seperti peran dan tugasnya sebagai humas yg notabene berfungsi sebagai jembatan perusahaan dengan khalayaknya.

Pada mata kuliah ini, mereka juga diberikan tantangan baru, yaitu bagaimana menghadapi awak media kala mereka (sebagai bagian dari perusahaan) sedang mengalami masalah/kasus, dan harus mengklarifikasi kepada media atas kasus yang mereka alami.

"Simulasi Press Conference ini sangat menarik sehingga membuat Final Test Media Relations Management menjadi lebih nyata, dan mahasiswa dapat merasakan bagaimana berkomunikasi dengan baik dibawah tekanan dari awak media," kata Muhammad Rafly selaku Tim PRODI Komunikasi LSPR Communication and Business Institute.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)