Mayoritas Gen Z di Indonesia Bersikap Positif Terhadap Metaverse

MIX.co.id - Advisia bersama dengan WIR Global merilis  "White Paper Project" mengenai Metaverse. Melalui studi tersebut, terungkap persepsi Gen Z terhadap metaverse. Studi ini juga berupaya menjelajahi kegunaan metaverse secara optimal, serta menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan.

Studi atau penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil sampel dari 194 responden berusia 18-24 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 62,9% responden memiliki minat terhadap kepemilikan alat realitas virtual. Sementara itu, 3,76% responden telah memiliki alat realitas visual.

Temuan lainnya, terdapat mayoritas Gen-Z atau  69,35% anak muda di Indonesia yang disurvei menunjukkan sikap positif terhadap metaverse serta 65,81% di antara responden bersedia mengeluarkan uang untuk metaverse.

Bahkan, 36,69% mengaku ingin mengalami hal-hal yang tidak dialami di dunia nyata dengan metaverse. Adapun 40,21% mengaku ingin merasakan lingkungan baru metaverse.

Namun, ada juga responden yang tidsk menghendaki bergabung dengan metaverse, karena kekhawatiran masalah keamanan privasi dan data pribadi. Terbukti, 13,9% responden khawatir tentang privasi mereka dan 9,79% responden khawatir jika data mereka mungkin dikumpulkan dan digunakan untuk melawan mereka.

Dituturkan Sandy Permadi, Founder Advisia, pihaknya  berharap agar perusahaan-perusahaan saat ini memanfaatkan respon positif kaum Gen Z terhadap metaverse tersebut dengan tepat. "Harapannya, mereka dapat melakukan penetrasi ke metaverse serta mengadopsinya dengan lebih tepat," harap Sandy.

Dengan banyaknya permasalahan yang ada, metaverse diharapkan dapat membawa kemajuan di berbagai sektor, termasuk real estate, pendidikan, layanan keuangan, ritel, hiburan, otomotif, berbagai barang konsumsi, dan lainnya.

"Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan masa depan yang sedang berkembang. Di antaranya, dengan melakukan penilaian ekstensif, menerapkan pendekatan berbasis fakta dan mengembangkan strategi untuk memasuki pasar metaverse, serta mengembangkan pengetahuan pasar dan keahlian operasional untuk memanfaatkan latar belakang demografi, teknis, dan hukum yang menguntungkan agar berhasil masuk ke metaverse," paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)