Menyebarkan University Value Melalui Program Pengabdian Masyarakat

Berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan salah satu program wajib yang ditetapkan perguruan tinggi di Tanah Air. Tanpa terkecuali, Universitas Budi Luhur. Sebagai wujud tanggung jawab social kampus sekaligus menyebarkan university value, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur menggelar program pengabdian kepada masyarakat lewat aktivasi penyuluhan sehari yang dikemas secara interaktif di Lapas Anak Pria Kelas IIA Tangerang.

Penyuluhan tentang isu demokrasi dan MDGs merupakan salah satu program pengabdian masyarakat FISIP Universitas Budi Luhur

Penyuluhan tentang isu demokrasi dan MDGs merupakan salah satu program pengabdian masyarakat FISIP Universitas Budi Luhur

Diterangkan Dekan FISIP Universitas Budi Luhur Denik Iswarani Witarti Ph.D, lapas tersebut merupakan tempat pembinaan bagi narapidana dan anak didik laki-laki yang berusia 7-19 tahun. “Pada kegiatan ini, kami melakukan sosialisasi mengenai implemantasi nilai-nilai demokrasi dan kebudiluhuran dalam keseharian. Termasuk, role play kegiatan Pemilu yang diperankan langsung oleh anak-anak lapas,” katanya.

Berikutnya, sebagai wujud peran serta Universitas Budi Luhur mensukseskan program pemerintah Millenium Development Goals (MDGs), tim dosen FISIP yang diwakili oleh Jeanie Annissa, Elistania, dan Tulus Yuniasih menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Salah satu agendanya adalah sosialisasi penurunan angka kematian pada anak berdasarkan agenda Millenium Development Goals di Posyandu, Depok. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan permainan dan kuis interaktif yang diikuti secara aktif oleh para ibu dan anak-anak dalam rangka memantapkan pemahaman para peserta tentang upaya penurunan tingkat kematian anak.

Jeannie menjelaskan, ” Kemiskinan masih menjadi sebuah momok yang membayangi jutaan manusia di muka bumi. Para pemimpin dunia dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000 kemudian menyepakati agenda pembangunan terkait delapan sasaran khusus yang ingin dicapai pada tahun 2015. Ke delapan agenda tersebut mencakup penghapusan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, kesetaraan gender, peningkatan kesehatan ibu, penurunan angka kematian anak, keseimbangan lingkungan hidup, pengurangan penyebaran epidemik virus HIV/AIDS dan malaria, serta kemitraan global.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)