Semakin berkembangnya industri bahan makanan ditambah dengan populasi penduduk yang meningkat, menuntut para pelaku industri ini untuk semakin mengedepankan unsur keamanan pangan dan tentunya daya saing. Maka bertempat di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Pameran Food Ingredient Asia (FI Asia) 2012 resmi dibuka pada Rabu, (3/10).

Pameran makanan Food Ingredient Asia (FI Asia) 2012 menghadirkan 553 peserta pameran dari dalam dan luar negeri yang berasal dari 39 negara.

FI Asia 2012 sendiri merupakan ajang pameran dagang bagi pemain utama industri bahan baku makanan seiring dengan berkembangnya Kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan terbaik bagi industri bahan baku makanan berkualitas tinggi. Acara yang dibuka oleh Benny Wahyudi, Direktur Agro Industri Kementerian Perindustrian tersebut berhasil menghadirkan 553 exhibitor dari dalam dan luar negeri yang berasal dari 39 negara.

Disebutkan oleh Yusuf Hady, Ketua Komite Program dan Kerjasama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), “para exhibitor tersebut datang dari beragam latar industri, seperti makanan, bakery, minuman, makanan olahan, perasa, makanan olahan, dan industri lainnya.

Acara yang dimulai dari tanggal 3 – 5 Oktober 2012 tersebut, direncanakan akan menggelar berbagai macam seminat terkait industri bahan baku makanan, diantaranya konferensi internasional “Future of Food Factors” oleh SEAFAST, PATPI, dan Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknik Baku Makanan IPB, Seminar tentang produk bersertifikasi halal, dan 30 seminar lainnya.

Matthias Baur, Portofolio Director (Food) UBM Live mengatakan, pameran ini lebih dari sekedar pameran niaga. FI Asia 2012 memberikan peluang bagi para pengunjung untuk mengakses pasar potensial seiring dengan tren pertumbuhan industri yang luar biasa. "“Pameran ini merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan bahan baku makanan dari seluruh dunia yang akan memberikan nilai tambah bagi sektor makanan olahan,” ucapnya.

Pentingnya pameran ini tergambarkan dari data yang ditampilkan oleh Kementerian Perindustrian dan GAPPMI, bahkan pemilihan Indonesia sebagai tempat penyelenggaaan, salah satu faktornya karena 51% konsumsi bahan makanan di wilayah Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Dimana terjadi peningkatan 41% selama kurun 5 tahun terakhir.

Pernyatan dari Yusuf sebelumnya di pertegas kembali oleh Agus Sutopo, Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi, dan Pelaporan, Direktorat Industri Makanan dan Tembakau, Kementerian Perindustrian yang mengungkapkan bahwa, "meningkatnya angka pertumbuhan industri makanan, minuman, dan tembakau sebesar 8,19% pada triwulan 1 tahun 2012, dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2011 sebesar 4,23% ,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)