Pertahankan Market Share 13,9%, Penjualan Semen Holcim Tetap Turun 4,9%

Lesunya ekonomi nasional rupanya masih berdampak cukup signifikan terhadap industri semen di Tanah Air. Pada semester pertama tahun 2015 ini misalnya, pasar semen domestik mengalami penurunan 5% menjadi 28,7 juta ton.

Selain ekpansi pabrik, tahun ini Holcim juga memiliki proyek investasi di bidang pengelolaan limbah. Limbah industri tersebut diproses menjadi energi alternatif pengganti batu bara untuk proses produksi.Di tengah terpuruknya industri, Holcim Indonesia hingga akhir semester satu mampu mempertahankan pangsa pasar sebesar 13,9%. Namun, total volume penjualan mengalami penurunan 4,9%. Sebagai dampak penurunan volume, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perusahaan juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 1,4% menjadi Rp 4,86 triliun pada semester pertama ini. Hasil itu tercapai di tengah persaingan yang semakin meningkat, serta di bawah tekanan pasar yang melimpah dimana pemerintah melakukan intervensi dalam penetapan harga, dan jumlah pemain bisnis semen yang kini mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu.

Gary Schutz, Presiden Direktur/CEO Holcim Indonesia, melalui rilisnya mengatakan, “Hal-hal yang mendasar di Indonesia tidak berubah. Saat perekonomian kembali pulih dengan terealisasinya proyek-proyek infrastruktur yang tertunda dan stimulus ekonomi lainnya seperti Paket Kebijakan Ekonomi yang baru diluncurkan Presiden Jokowi September ini, kami percaya akan membantu ekonomi menjadi lebih baik, dan Holcim juga telah melakukan perampingan untuk mengurangi biaya-biaya operasional kami."

Sementara itu, Akhir Agustus lalu Holcim Indonesia baru saja meresmikan pabrik barunya di Tuban yang melengkapi keberadaan perusahaan di Pulau Jawa. “Pabrik baru ini akan membantu kami meningkatkan pelayanan, menjamin pasokan, dan memperkuat posisi kami bersama tiga perusahaan semen terbesar di Indonesia. Pabrik baru ini hadir dengan mengaplikasikan teknologi terdepan untuk memberikan nilai lebih bagi para pelanggan, dan meningkatkan kinerja lingkungan," tambahnya.

Pertengahan Juli 2015 lalu juga menjadi tonggak bersejarah bagi dua grup perusahaan semen terkemuka di dunia, Holcim dan Lafarge. Kedua grup perusahaan itu secara global telah sepakat melakukan merjer berimbang dan membentuk grup baru bernama LafargeHolcim. Keduanya berambisi untuk menjadi pemimpin dalam berbagai aspek bisnis. Group baru ini menekankan fokus bisnisnya pada pelanggan, keselamatan, integritas, dan keberlanjutan. Dengan global merjer ini, LafargeHolcim kini memiliki operasional bisnis di lebih dari 90 negara dan mempekerjakan kurang lebih 115.000 karyawan di seluruh dunia.

Untuk Holcim dan Lafarge di Indonesia, saat ini kedua perusahaan masih harus melalui proses integrasi local sesuai ketentuan, peraturan, dan hukum yang berlaku. Dengan demikian, hingga semua perijinan dari otoritas pemerintah terkait didapatkan, kedua perusahaan tetap beroperasi secara terpisah seperti biasa dan bersaing dengan sehat di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)