BOIKOT BRAND? INI MEREK LOKAL ALTERNATIF PILIHAN MILLENIALS!

Di tengah gelombang boikot yang melanda, generasi milenial dan Gen Z Indonesia kini berpaling pada Richeese Factory dan Sabana Fried Chicken sebagai pilihan makanan cepat saji favorit mereka.

.

.

Dalam iklim konsumsi saat ini di mana boikot menjadi alat ekspresi publik, preferensi konsumen terhadap alternatif makanan cepat saji mendapatkan sorotan khusus. Sebuah survei yang dilakukan oleh Jakpat Speed-to-Insight memberikan pencerahan tentang bagaimana perilaku konsumen berubah dalam mengganti merek yang mereka boikot dengan pilihan lain.

Survei Jakpat yang dilakukan pada Februari 2024 melibatkan 1285 responden menunjukkan bahwa mayoritas, terutama generasi Milenial, menghindari produk dari merek yang terkait dengan agresi Israel. Melalui survei yang diikuti oleh 577 individu yang telah memboikot sebuah merek, ditemukan bahwa mayoritas peserta, yaitu 55%, bertekad untuk tidak kembali mengonsumsi produk dari merek tersebut.

Survei ini melibatkan 285 individu yang memutuskan untuk berpaling dari merek tertentu karena alasan boikot dan mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka akan makanan cepat saji. Richeese Factory menonjol sebagai pilihan teratas, menerima dukungan dari 22% responden secara keseluruhan, dengan Gen Z menyumbang 17% dan Milenial sebesar 14% dari total pilihan.

Sabana Fried Chicken tidak jauh di belakang, mendapatkan 12% dari suara keseluruhan dengan dukungan yang merata dari kedua kelompok generasi yaitu Gen Z dan Milenial masing-masing sebesar 17%.

HokBen juga menunjukkan kekuatan dalam preferensi konsumen dengan 11% dari total pilihan, didominasi oleh 16% dari Gen Z dan diikuti oleh 14% dari Milenial. Solaria, dengan 10% keseluruhan suara, lebih disukai oleh Gen Z (16%) dibandingkan dengan Milenial (13%).

Yoshinoya, meskipun lebih sedikit dipilih secara keseluruhan (6%), menonjol di kalangan Gen X dengan 9% memilih merek ini. Marugame Udon menarik 7% dari total suara dengan Milenial mengkontribusi 6%. Sementara itu, Jatinangor House, dengan 5% pilihan secara keseluruhan, memiliki dukungan yang sama (6%) dari Milenial dan Gen X.

Hasil survei ini mencerminkan bahwa Richeese Factory dan Sabana Fried Chicken berhasil menduduki posisi teratas dalam daftar preferensi makanan cepat saji alternatif, dengan Richeese Factory menjadi favorit di kalangan Gen Z, sementara Sabana Fried Chicken lebih disukai oleh Milenial. Hal ini tidak hanya menunjukkan kemampuan kedua merek tersebut dalam menarik konsumen yang mencari alternatif, tetapi juga menggambarkan bagaimana nilai-nilai dan selera antargenerasi dapat mempengaruhi pilihan konsumen terhadap merek.

Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa konsumen memiliki kecenderungan yang beragam dalam menentukan pilihan mereka setelah melakukan boikot, dengan beberapa merek makanan cepat saji alternatif berhasil menonjol dan merebut hati konsumen dengan cara yang unik dan sesuai dengan preferensi generasi masing-masing.

Merek-merek ini telah menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari pengganti setelah memboikot merek lain, menandakan pentingnya memahami dinamika konsumen untuk merek yang ingin tetap relevan di pasar yang kompetitif.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)