Produsen kemasan farmasi asal Jerman, PT Schott Igar Glass akan merencanakan menambah jumlah kapasitas produksi sebesar 20% di pabriknya di wilayah Bekasi, dalam dua tahun ke depan dari 1 miliar unit menjadi 1,2 miliar unit per tahun.

Produsen kemasan farmasi asal Jerman, PT Schott Igar Glass, berencana menambah jumlah kapasitas produksi di pabriknya yang berlokasi di kawasan Bekasi, hingga 20% atau 1,2 miliar unit dari sebelumnya 1 miliar unit per tahun.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel pada Rabu (6/3) lalu, Gunawan Setokusumo, Regional Sales Director Asia Pasific Schott, mengatakan bahwa penambahan kapasitas ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan industri farmasi di pasar domestik dan ekspor yang semakin tinggi, baik dari tingkat permintaan seperti rumah sakit dan indutri lain.

"Pertumbuhan industri kemasan obat akan mengikuti pertumbuhan industri farmasi secara umum. Tiap tahun kenaikannya stabil dua digit," ujarnya. Dalam presentasinya, Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) menaksir pertumbuhan industri akan stabil pada 12% hingga 15% per tahun. Adapun proyeksi penjualan farmasi pada tahun ini akan berkisar Rp54 triliun.

Dari hasil data GP Farmasi juga disebutkan bahwa Indonesia kini sudah masuk sebagai negara dengan pertumbuhan farmasi terpesat di dunia bersama Brasil, China, dan beberapa negara berkembang lain. Bahkan, PricewaterhouseCooper memprediksi penjualan farmasi di Indonesia pada 2020 dapat mencapai US$ 172,2 miliar dari US$ 76,6 miliar pada tahun 2011.

Saat disinggung mengenai faktor pertumbuhan industri di Indonesia, Gunawan menilai salah satunya adalah program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) milik pemerintah, yang mengonsumsi banyak sekali produk–produk farmasi untuk kebutuhan masyarakat. “Pemerintah pada 2013, telah mengalokasikan dana Jamkesmas melalui APBN sebesar Rp8,29 triliun, naik dari tahun lalu yang berkisar Rp7,38 triliun. Program ini akan ikut meningkatkan permintaan obat-obatan, termasuk juga permintaan kemasan farmasi," sambung Gunawan.

Oleh karena itu, Schott pun akan melakukan ekspansi pasar dengan terlebih dahulu meningkatkan kapasitas produksinya di Tanah Air. “Hingga saat ini, pabrik Schott yang berlokasi di Lippo Cikarang, Bekasi, telah memproduksi gelas kemasan untuk khusus untuk obat injeksi seperti ampoules, vial, dan pipettes yang dengan kapasitas satu miliar unit per tahun.” tukasnya.

Walaupun enggan menyebutkan nilai investasi yang ditanamkan untuk menambah kapasitas produksi pabriknya di Bekasi, Gunawan menyakini, “Melihat dari pertumbuhan industri farmasi yang pesat, merupakan titik cerah bagi industri dan perusahaan maka porsi ekspor akan ditingkatkan. Tapi jika kebutuhan lokal meningkat pula, maka kami akan siap memenuhinya,” tutup Gunawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)