Setelah IPO, Wismilak Mulai Benahi Sistem Informasi Perusahaan

Semenjak PT Wismilak Inti Makmur menjadi perusahaan Terbuka (Tbk) dan masuk lantai bursa (IPO, red) beberapa strategi dicanangkan. Salah satunya adalah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Untuk mewujudkannya, Kamis (28/2) lalu bertempat di Grand Hyatt, Jakarta, Wismilak mendeklarasikan kerja sama dengan SAP Indonesia dalam menerapkan sistem informasi perusahaan tersebut.

PT Wismilak Inti Makmur resmi menggandeng SAP Indonesia dalam menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).

Disebutkan oleh Surjanto Yasaputera, Corporate Secretary PT Wismillak Inti Makmur, Tbk, bahwa penerapan sistem ERP ini untuk ratusan pengguna di berbagai lini distribusi perusahaan, yang akan mencakup modul Finance, Controlling, Sales Distribution, Production Planning, Material, Management dan Project System. Untuk implementasi sistem informasinya, SAP Indonesia akan bekerjasama dengan Soltius.

Walau enggan menyebutkan total investasi yang dikeluarkan Wismilak untuk penerapan ERP, Surjanto yakin upaya menerapkan sistem tersebut secara real time --termasuk dalam pengolahan data dan pengambilan keputusan-- bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

“Kerjasama yang dilakukan dengan SAP memang bagian penting dari Wismilak, apalagi sejak kami IPO pada November 2012 lalu dengan mencatatkan 2,09 miliar lembar saham di publik. Dengan begitu, melalui kerja sama ini dapat mendukung kami dalam menghadapi persaingan yang tengah menggeliat di Indonesia” tutur Surjanto.

Ia mengatakan, harga saham perusahaan melejit di harga Rp 780, setelah sebelumnya dibuka dengan harga Rp 650 per lembar atau naik 20 persen dari harga perdana. “Oleh sebab itu, kami menyadari pentingnya menyusun strategi ke depan mengenai infrastruktur sistem informasi yang terintegrasi dan real-time, sehingga kami memilih SAP untuk membantu kami.”

Hal yang dilakukan Wismilak dengan SAP untuk meningkatkan performa sistem informasinya pun tidak jauh dari beberapa rencana strategis untuk melakukan ekspansi ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Pasar kami kuat di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sumatera bagian utara, namun untuk wilayah Jakarta kami akan juga masuk juga. Sehingga untuk dapat melakukan hal tersebut, kami memerlukan infrastruktur yang sangat baik,” jelas Surjanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)