Studi Kantar: Kombinasi Iklan TV dan Facebook Berdampak pada Penjualan


Studi yang dilakukan Kantar terkait dampak iklan terhadap pembelian dan peningkatan penjualan menunjukkan bahwa belakangan pertumbuhan merek terasa semakin sulit untuk dicapai. Tahun 2017, merek masih bisa tumbuh sebesar 73%. Namun, di tahun 2018, hanya tumbuh sebesar 42%. Studi ini juga menjumpai bagaimana secara umum iklan yang dipasang di media berkontribusi sekitar 6% pada total penjualan dalam periode waktu tertentu.

Di tengah sulitnya pertumbuhan merek, sangat penting bagi perusahaan di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan merek yang berkelanjutan. Termasuk, mengukur secara akurat seberapa efektif biaya iklan yang dikeluarkan dalam menghasilkan pertumbuhan tersebut. Selain itu, pengelola merek juga perlu memperhatikan investasi yang dikeluarkan oleh merek dalam menayangkan iklan di berbagai saluran media.

Sebagai platform media sosial, dikatakan Johan Pangaribuan, Expert Solution Director Kantar Indonesia, Facebook juga turut mendorong pertumbuhan merek di Tanah Air. Ada peluang besar untuk menjangkau dan menarik perhatian konsumen melalui platform media sosial Facebook.

“Sinergi antara TV dan Facebook sangat positif. Sinergi ini menghasilkan tambahan penjualan yang lebih besar, dan kemungkinan konsumen membeli produk tertentu setelah mereka melihat iklan di TV dan Facebook menjadi lebih besar, yaitu 1,3x lebih besar dari estimasi," ujar Johan, pada hari ini (7/2), di Jakarta.

Ada analisis menarik dari sinergi antara TV dan Facebook. Studi dari Kantar menunjukkan bahwa ketika terjadi kombinasi antara TV dan Facebook, kemungkinan pembelian terhadap sebuah merek meningkat hingga 56%. Bahkan, kemungkinan pembelian bisa mencapai 71%. Itu artinya, TV dan Facebook menghasilan sebuah simbiosis yang saling melengkapi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan merek dan bisnis di Indonesia.

Untuk lebih memahami bagaimana bisnis para mitra Facebook dapat tumbuh, dituturkan Johan, ada tiga solusi pengukuran yang ditawarkan berdasarkan studi Kantar. Pertama, mengukur dan megoptimalkan bagaimana bisnis dapat menjangkau lebih banyak konsumen atau audience outcomes. Kedua, mengukur bagaimana biaya iklan yang dikeluarkan oleh bisnis dapat berdampak pada tujuan bisnis atau brand outcomes. Ketiga, mengukur bagaimana biaya iklan tersebut berdampak pada penjualan atau sales outcomes.

Marketing Science Lead untuk Facebook di Indonesia Adisti Latief menambahkan, “Facebook terus mendukung perkembangan bisnis yang mengadopsi teknologi digital untuk memberikan program dan membantu mereka terhubung dengan para konsumen melalui cara yang lebih bermakna. Nantinya, hal itu dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Salah satu solusi yang kami berikan adalah pemahaman pentingnya pengukuran biaya iklan yang dapat berdampak pada penjualan dan pertumbuhan bisnis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)