Tembus Rp 134,8 Triliun, Siapa 10 Pembelanja Iklan Tertinggi di 2016?

Tahun 2016, total belanja iklan nasional sudah berangsur normal. Jika dua tahun sebelumnya belanja iklan nasional Rp 110 triliun di 2014 dan Rp 118 triliun di 2015, maka sepanjang tahun 2016 angkanya sudah menyentuh Rp 134,8 triliun. Itu artinya, tumbuh 14% dibandingkan tahun 2015. Dari total belanja iklan tersebut, 77%-nya masih disumbang oleh televisi, 22% oleh koran, dan 1% oleh majalah. Demikian data yang resmi dirilis Nielsen pada awal Februari ini.

Menariknya, selain penyumbang terbesar, belanja iklan TV juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan di 2016, yakni 22% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, koran dan majalah, pertumbuhan iklannya mengalami penurunan di 2016. Jika di 2015 belanja iklan koran sanggup mencapai Rp 30,8 triliun, maka di 2016 nilainya turun menjadi Rp 29,4 triliun. Senasib dengan koran, belanja iklan di majalah juga merosot dari Rp 1,9 triliun di 2015 menjadi Rp 1,6 triliun di 2016.

Recovery belanja iklan nasional sudah mulai terlihat pada kuartal pertama (Q1) 2016, yang pertumbuhannya mencapai 24% atau senilai Rp 31,5 triliun. Bandingkan pada Q4 2015 yang belanja iklannya mengalami penurunan 1%. Memasuki Q2 2016, pertumbuhan belanja iklan nasional mencapai 13%. Selanjutnya, pada Q3 dan Q4 2016 pertumbuhannya mencapai 10% dan 11%.

Lantas, siapa jawara pembelanja iklan terbesar di TV dan cetak sepanjang tahun 2016? Merujuk data Nielsen, merek rokok Dunhill menempati posisi pertama dengan belanja iklan menyentuh Rp 955,7 miliar atau naik 573% dibandingkan tahun 2015. Selanjutnya, diikuti oleh Indomie dengan nilai Rp 786,6 miliar. Meski menempati posisi nomor dua, belanja iklan Indomie mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni minus 19%.

Di posisi ketiga ada Traveloka.com, yang mencapai Rp 687,7 miliar atau turun 1% dibandingkan tahun 2015. Posisi keempat ditempati Partai Perindo dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 643,7 miliar atau naik 44%. Di posisi kelima ada Pemda Riau yang mencapai Rp 581,1 miliar atau tumbuh 2%.

Berikutnya, di posisi keenam, ada Kementerian Kesehatan RI Rp 569,2 miliar atau tumbuh 99%. Pertumbuhan itu mengukuhkan belanja iklan Kementerian Kesehatan RI menjadi yang tertinggi di sepanjang tahun 2016. Selanjutnya, diikuti oleh Clear Shampoo Rp 567,9 miliar (tumbuh 39%), SGM Eksplor 1 Plus Rp 556,8 miliar (tumbuh 13%), Sedaap Rp 551,5 miliar (turun 25%), dan Pepsodent Rp 532,4 miliar (tumbuh 15%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)