Upaya Mutuagung Lestari Edukasi Anti Korupsi

Dalam kurun waktu 2004 hingga 2018, tak kurang dari 733 kasus korupsi terjadi di Indonesia. Kasus korupsi tersebut yang melibatkan institusi pemerintah maupun organisasi swasta. Dan, dari angka tersebut, lebih dari separuh atau 60% kasus korupsi terjadi dalam wujud penyuapan.

Demi mencegah hal itu, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sejatinya dapat menjadi solusinya. Isu itu pula yang diangkat dalam “Leadership and Business Ethics Forum” yang digagas oleh Universitas Paramadina. Di hadapan peserta forum yang merupakan mahasiswa pascasarjana Universitas Paramadina, Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga membahas SMAP sebagai solusi dalam mencegah korupsi.

Dalam penerapan SMAP, diterangkan Arifin, terdapat sejumlah manfaat yang dapat diperoleh. Di antaranya, dapat digunakan untuk membantu organisasi mencegah, mendeteksi, melaporkan, serta menangani kasus penyuapan. SMAP tak hanya dapat diterapkan pada institusi-institusi pemerintahan, melainkan juga pada seluruh sektor bisnis.

Untuk mereduksi terjadinya korupsi, memeranginya dilakukan dengan membangun ekosistem anti korupsi. Standard ini dapat diterapkan secara luas, baik organisasi kecil, menengah, ataupun besar. Termasuk, pada semua sektor bisnis, pendidikan, layanan publik, bahkan di sektor nirlaba,” lanjut Arifin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, PT Mutuagung Lestari lewat pengalaman dan kemampuannya yang telah diakui dalam skala nasional maupun internasional, sudah mengakomodasi perusahaan-perusahaan yang hendak melaksanakan skema SMAP. “Dengan pelaksanaan skema ini praktik penyuapan dapat dicegah dan melindungi bisnis dari penyalahgunaan wewenang,” imbuh Arifin.

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah Ph.D mengungkapkan, sosialisasi SMAP perlu diberikan kepada mahasiswa, agar mereka memiliki landasan etis yang memadai saat terjun ke dalam dunia kerja.

"Ketika mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan, dan akhirnya terjun ke dalam dunia kerja, mereka telah memiliki landasan etis, yang membentengi mereka untuk melakukan tindakan suap dan korupsi. Paramadina memiliki misi, agar tiap lulusannya punya tanggung jawab sosial dan mempraktikkan kinerja yang etis," pungkas Prof. Firmanzah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)