WhatsApp Lebih 'Besar' dari Twitter

Aplikasi pesan instan lintas platform WhatsApp baru-baru ini diklaim sebagai aplikasi yang paling banyak digunakan hampir di setiap negara, bahkan mengalahkan penggunaan Twitter. CEO WhatsApp Jan Koum menyatakan, aplikasi miliknya dianggap paling populer saat ini, karena ada sekitar 200 juta pengguna aktif WhatApp bulanan.

Dalam sehari, diperkirakan ada 18 miliar pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp, yang terdiri dari 8 miliar pesan inbound dan 12 miliar pesan outbound.

Setiap harinya diperkirakan ada 18 miliar pesan yang lalu-lalang di WhatsApp, diantaranya 8 miliar pesan inbound dan 12 miliar pesan outbound. “WhatsApp sekarang lebih besar dari Twitter,” ujar Koum saat konferensi 'Dive Into Mobile' di Amerika Serikat, yang diselenggarakan situs web teknologi AllThingsD, Selasa (16/4), seperti yang dikutip MIX dari TechCrunch. Diakui Koum, popularitas WhatsApp yang terus melambung ternyata memengaruhi perhatian perusahaan social media untuk mengakuisisi. Facebook dan Google digadang sebagai pihak yang paling giat untuk melakukan hal tersebut. Namun, kabar tersebut dengan cepat dibantah oleh Jan Koum. Dalam perjalanan bisnis perusahaannya, WhatsApp menerapkan filosofi anti-iklan. Menariknya, mereka sama sekali tidak tertarik untuk menempatkan iklan di aplikasi tersebut. “Kami bangga dengan itu. Siapa yang suka iklan? Kami sangat dibombardir dengan begitu banyak iklan dalam sehari-hari dan kami merasa bahwa ponsel pintar bukan tempat untuk beriklan," tegas Koum. Ia melanjutkan, “Meletakkan iklan di piranti semacam ini adalah ide buruk. Anda tentu tidak ingin diinterupsi dengan iklan saat chatting dengan orang yang Anda kasihi," sahut Koum yang juga mantan pegawai di Yahoo. Menurutnya, ponsel pintar telah menjadi barang yang sangat sangat lekat dengan kehidupan manusia. Hal ini juga yang membuat WhatsApp segan untuk membuka ruang iklan di aplikasinya. “WhatsApp selama ini meraih keuntungan dari biaya berlangganan hanya USD 0,99 dollar AS per user dalam setahun. erusahaan akan terus. Oleh karena itu, perusahaan berniat mengembangkan model bisnis agar bisa menghasilkan uang lebih banyak, namun tetap memprioritaskan pengalaman user,” jelas Koum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)