Ada Soft Skills hingga Cultural Visit di Program Beswan Djarum

Memanfaatkan momentum Sumpah Pemuda yang jatuh pada bulan Oktober, tahun ini Djarum Foundation melalui program Djarum Beasiswa Plus—atau lebih dikenal dengan Beswan Djarum—kembali menggelar kegiatan Nation Building. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Djarum tersebut menyasar para mahasiswa Indonesia berprestasi untuk diberikan soft skill yang mampu menciptakan pemimpin Indonesia yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga cakap secara emosional.

Nation Building Djarum Beasiswa Plus 2014/2015 Nation Building Djarum Beasiswa Plus 2014/2015

Kegiatan soft skills yang diklaim Djarum sebagai nilai lebih sekaligus diferensiasi dari program beasiswa lainnya adalah Soft Skills berupa Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, International Exposure, serta Community Empowerment.

Digelar pada 30 Oktober - 4 November 2014, sebanyak 516 mahasiswa berprestasi dari 87 perguruan tinggi di 34 propinsi di Indonesia berkumpul di Semarang. Ratusan mahasiswa tersebut mengikuti aneka rangkaian kegiatan Nation Building. Antara lain, Diskusi Kebangsaan, Cultural Visit, Temu Rektor, serta pagelaran seni lewat perhelatan “Malam Dharma Puruhita”.

“Acara ini sangat penting bagi para generasi muda Indonesia, khususnya para Beswan Djarum, di mana wawasan kebangsaan merupakan bentuk kepercayaan diri dan rasa hormat diri kita sebagai bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kami ingin para penerima Beswan Djarum memiliki rasa persatuan dan kebanggaan sebagai insan Indonesia dalam mewujudkan cita-cita. Termasuk, menjadikan bangsa ini sebagai bangsa besar yang bermartabat,” ujar Primadi H. Serad, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Jika pada Diskusi Kebangsaan tahun 2014 ini Beswan Djarum mengangkat tema “Menjadi Pejuang Keberagaman”, maka pada sesi Cultural Visit, para penerima Beswan Djarum diajak untuk mengenal lebih jauh kebudayaan lokal Kota Kudus, dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota itu. Di antaranya mengunjungi Menara Kudus, sebuah bangunan masjid dengan perpaduan arsitektur Kebudayaan Hindu dan Islam. “Di sana mereka dapat mempelajari bagaimana toleransi beragama sudah diterapkan oleh Sunan Kudus sejak abad ke-16,” ungkap Primadi.

Para penerima Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menjadi pelaku budaya melalui kegiatan membatik bersama. Tema batik pada tahun ini adalah motif kearifan lokal Pulau Dewata, Bali. Diterangkan Primadi, objektif dari Cultural Visit adalah agar penerima Beswan Djarum dapat menghayati dan menghargai budaya Indonesia, serta menumbuhkan semangat dalam menjaga kekayaan budaya Nusantara.

Sementara itu, pada acara Temu Rektor, yang dihadiri oleh berbagai pimpinan universitas seluruh Indonesia yang mahasiswanya menjadi penerima Beswan Djarum 2014/2015, diisi dengan berbagi cerita dari sejumlah alumni Beswan Djarum.

Pada puncak rangkaian kegiatan Nation Building, Djarum Foundation menggelar “Malam Dharma Puruhita”. Acara itu merupakan momentum pengukuhan penerima Beswan Djarum 2014/2015, yang dikemas dalam sebuah pergelaran seni bertajuk “Damai Bumi Dewata”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)