Pertamina Energi Baru dan Terbarukan "The Best Socially Business Practice"

Indonesia’s Best Corporate Social Initiatives 2018

Total potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Indonesia mencapai 443.208 MW. Namun sampai saat ini, yang baru termanfaatkan 1,9% atau sebesar 8.215,5 MW. Hal itulah yang membuat pemerintah untuk mendorong EBT lebih tinggi. Maka Pertamina sebagai salah satu BUMN pun menggelar program “EBT Pertamina pada 2017 lalu. Program tersebut difokuskan pada upaya memanfaatkan EBT dari sumber panas bumi dan nabati.

Objektif dari Pemanfaatan EBT adalah untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan penggunaan EBT, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terbukti mampu mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.

Pada 2017 PGE telah menyelesaikan satu proyek EBT, yaitu Ulubelu Unit 4, dengan kapasitas terpasang 55 MW dan Karaha dengan kapasitas terpasang 30 MW. Di dalam negeri, PGE menjadi produsen terbesar kedua dengan pangsa pasar 32% dengan kapasitas terpasang 617 MW produksi sendiri.

Pertamina juga menyediakan Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa Biosolar sesuai dengan program yang ditetapkan Pemerintah. Mulai 2016, Pertamina meningkatkan mandatory biodiesel menjadi 20% (B20). Seiring dengan meningkatnya volume biodiesel yang disalurkan, yang mencapai 12,26 juta KL, maka akan terjadi penghematan devisa sekitar US$ 2,71 miliar atau setara dengan Rp 36,65 triliun. Substitusi BBM menggunakan biodiesel juga merupakan salah satu Rencana Aksi Nasional Pengurangan Gas Rumah Kaca.

Praktik bisnis Pertamina yang bertanggung jawab itu meraih anugerah Indonesia Green Company 2018 dari Majalah Bisnis SWA dan penghargaan Indonesia's Best Corporate Social Initiative Award 2018” dari Majalah MIX MarComm.

Tags:
EBT pertamina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)