Ade Tunggadewi dan Cerita di Balik Lahirnya Platform Tambo

Tambo, platform bagi para wirausaha muda untuk membangun bisnis, akan segera diluncurkan pada akhir Maret ini. Peluncuran ini akan dilakukan dalam perhelatan “International Leadership dan Innovation Festival 2021” yang akan digelar pada 27-28 Maret 2021 mendatang.

Adalah Ade Tunggadewi, salah seorang perempuan di balik hadirnya platform Tambo. Ade tercatat sebagai perempuan yang berhasil mewakili Indonesia untuk program beasiswa “Global Leader for Innovation & Knowledge” dari Fujitsu JAIMS (Japan America Institute of Management Science)--organisasi nonprofit Fujitsu.

Program yang diikuti Ade pada akhir 2017 itu membuatnya berkesempatan untuk untuk berkampus di empat negara sekaligus, yakni Jepang, Amerika Serikat, Singapore, dan Thailand. Saait itu, ia dan tim membuat Capstone project, yakni sebuah innovation project yang dibuat selama program berlangsung, yang juga menjadi tugas akhir.

“Saat itu capstone saya adalah solusi di bidang pendidikan. Program beasiswa ini telah sukses menginspirasi saya untuk memberikan kontribusi dan perubahan positif pada negara saya. Hal ini juga yang diharapkan oleh Fujitsu JAIMS pemberi beasiswa. Kami diharapkan kembali ke negara masing-masing, dan melahirkan sebuah inovasi yang memberikan perubahan positif,” cerita Ade.

Selanjutnya, setelah kembali ke Indonesia, Ade mencoba merealisasikan capstone project. “Ternyata, bukan hal yang mudah. Setelah mencoba satu tahun, di akhir 2019, saya bertemu dengan Kun, salah satu alumni penerima program beasiswa yang sama tahun 2016 Spring,” ungkapnya.

Saat itu, Kun bersama teman satu kampusnya, Zamah, telah mendirikan Tambo media dan telah banyak menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri. Namun, mereka menemui kesulitan untuk monetisasi dan memutuskan untuk melakukan pivot.

“Di tengah persiapan yang kami lakukan, saya bertemu kembali dengan Desi, teman lama saya yang kebetulan baru saja pulang dari program beasiswa yang sama 2019 Fall dan kami bergabung,” sambungnya.

Setelah melalui serangkaian riset, design thinking dan validasi konsumen yang semuanya dilakukan online dan remote selama pandemi, akhirnya lahirlah Tambo.

“Tambo dalam bahasa sansekerta artinya memulai (start), sedangkan dalam bahasa minang Tambo adalah cerita mahakarya (masterpiece). Harapannya, Tambo akan menjadi platform bagi generasi muda Indonesia untuk memulai sebuah cerita mahakaryanya dan dapat menginspirasi generasi muda untuk menciptakan sebuah inovasi, membangun bisnis, serta memberikan kontribusi positif kepada Indonesia,” jelasnya.

Meskipun masih bootstrap, menurut Ade, mobile beta version Tambo akan resmi diperkenalkan pada perhelatan “International Leadership dan Innovation Festival 2021”. Di perhelatan yang digelar pada 27-28 Maret 2021 itu, Indonesia berperan sebagai host dan akan berkolaborasi dengan sembilan negara, yaitu India, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand, dan Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)