Atiek Fatimah, Betah di Industri FMCG

“Sejauh ini saya sangat menikmati pekerjaan saya di bidang industri fast moving consumer goods. Selain karena perkembangannya dinamis dan banyak berbicara soal makanan, tantangannya juga cepat berubah karena mengikuti kondisi pasar,” tutur Senior Brand Manager Blue Band, Atiek Fatimah, yang ditemui beberapa waktu lalu saat mengomunikasikan kampanye “Blue Band Breakfast Goes To School” beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Atiek Fatimah, Senior Brand Manager Blue Band.

Sejak tahun 2007 bergabung di PT Unilever Indonesia, lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia (UI) ini mengaku, 'memegang' brand Blue Band, sangat menyenangkan. Menurutnya, brand yang telah hadir selama 80 tahun itu, sudah sangat dipercaya masyarakat. Sehingga, ia pun tertantang untuk selalu menciptakan inovasi melalui kampanye-kampanye yang bermanfaat dan relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia.

“Setiap brand memiliki tantangan masing-masing. Selama memegang Blue Band, tantangannya adalah bagaimana membuat masyarakat kita mengerti tentang penggunaan Blue Band yang benar dan sesuai. Makanya, kegiatan-kegatan kampanye kami harus sejalan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pengaplikasian margarin, disertai dengan inovasi-inovasi produk yang kami ciptakan,” ungkap perempuan yang sebelumnya sempat berkarir sebagai sebagai Public Relation-Corporate Planning Division di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, itu.

Ketika ditanya mengenai 'golden moment', perempuan kelahiran Palembang 29 tahun lalu itu bercerita bahwa kampanye edukasi yang dilakukan Blue Band untuk komunitas, antara lain kampanye pentingnya gizi (2011), dan kampanye pentingnya sarapan (2013) merupakan 'golden moment' baginya.

“Selama di Blue Band saya banyak melakukan kampanye untuk komunitas. Konsep kampanye edukasi tentang sarapan ini juga pernah saya lakukan di tahun 2011, yaitu edukasi ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya gizi. Hal yg menurut saya, value-nya tak ternilai, karena kami mengomunikasikan hal-hal yang bermanfaat dan langsung menjangkau kebutuhan masyarakat,” tutur pehobi walk climbing itu.

Di tahun 2013 ini, Atiek berharap, bisa terus menjalani hidup yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. “Bagi saya, kerja itu yang penting bisa balance antara bekerja dengan kepentingan keluarga. Sementara, untuk Blue Band, saya pengen nantinya kami bisa menciptakan produk yang khusus untuk melengkapi nutrisi dan khusus untuk tumisan,” tutup Atiek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)