Bondan Winarno: Bercerita Tentang Kuliner Harus 'Lebay'

Bagi Anda pecinta kuliner Nusantara, pasti tak asing lagi dengan sosok Bondan Winarno, atau yang akrab disapa Pak Bondan. Kepiawaiannya menerjemahkan rasa setiap makanan kepada pemirsa, ia pun dikenal sebagai Pakar Kuliner Nusantara. Bahkan, tak jarang penialainnya terhadap kuliner tertentu dijadikan tolok ukur konsumen untuk mencobanya.

Bondan Winarno, Penulis & Pakar Kuliner Nusantara.

Maka, bertempat di Gramedia Pondok Indah Mall, Jakarta, pekan lalu (22/9), sosok yang terkenal dengan tagline khas "Pokok'e Maknyus!" ini, secara resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul 100 Mak Nyus Bondan Winarno. Buku tersebut berisi 100 rekomendasi makanan khas dari sejumlah daerah di Tanah Air, sekaligus dengan alamat restoran-restoran favoritnya.

“Buku ini merupakan referensi yang berdasarkan 'lidah' saya sendiri. Jadi bukan berarti penilaian saya dengan konsumen lain harus sama. Jadi, kalau konsumen punya referensi lain yang menurutnya lebih enak, ya monggo,” ujar pria kelahiran Surabaya itu, sumringah.

Ia pun bercerita, keseriusannya menulis tentang kuliner berawal di tahun 2000 saat ia bergabung di Kompas Cyber Media untuk mengisi rubrik pariwisata. Dari situ, Pemilik Restoran Kopi Tiam Oey, Jakarta, dan Apung di Sentul City itu pun memilih untuk menulis tentang kuliner. “Saya suka kuliner, dan semua makanan yang pernah saya jajaki, saya catat. Sehingga saat orang bertanya, saya tidak asal menjawab, dan mereka juga bisa mencobanya,” ungkap mantan Pimpinan Redaksi Majalah SWA di tahun 1985 silam itu.

Di tengah-tengah peluncuran bukunya, Bondan menegaskan bahwa menerjemahkan rasa makanan ke dalam bentuk tulisan, bukanlah hal yang mudah. “Jika banyak orang menganggap bahwa profesi saya adalah pekerjaan yang mudah, mereka keliru. Kalau ini pekerjaan mudah, pasti sekarang sudah banyak orang yang pekerjaannya sama seperti saya,” tegasnya.

Tak sekedar bercerita ataupun menulis tentang kekayaan kuliner Nusantara, Bondan juga membentuk komunitas pecinta kuliner dan budaya, Jalansutra, di tahun 2003. Lewat komunitas ini, lahirlah blog Jalan Sutra yang menyajikan ulasan tentang makanan, jajanan pasar, dan sepitar traveling.

“Blognya berisi cerita makanan dari teman-teman, dan harus lebay. Karena, memang menceritakan makanan itu harus lebay, supaya orang-orang yang membacanya jadi ikut tergiur dan mencari makanan itu,” pungkas Bondan yang dari 100 rekomendasai di bukunya, Restoran Medan Baru, Jakarta, menjadi salah satu lokasi makan favoritnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)