Pria di Balik Sukses Honda Mataram

Wahyudi Saputra Wahyudi Saputra

Jika sederet prestasi kerapkali menjadi golden moment bagi seseorang, namun tidak bagi Wahyudi Saputra. Pengalaman menumpang sebuah transportasi umum Mikrolet-lah, yang justru menjadi momen emas bagi Yudi—demikian ia akrab disapa.

Kala itu, mikrolet yang ia naiki memiliki kapasitas penumpang sepuluh orang. Hanya saja, sang kernet tetap memaksa untuk memasukkan penumpang hingga dua belas orang. Caranya, sang kernet menyediakan bangku tambahan plus mempersilakan calon penumpang yang mau bergelantungan. “Terbukti, upaya kernet Mikrolet tersebut berhasil. Itu yang disebut optimis dan pantang menyerah,” kenang Yudi.

Momen berharga itulah yang akhirnya membuat Yudi berkeyakinan bahwa sepanjang tidak melawan kuasa Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.  “Syaratnya, ya seperti kernet Mikrolet tadi,  kita harus benar-benar berusaha,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara itu yakin.

Filosofi itu pula yang menghantar suksesnya di PT Astra International Tbk. Bergabung pertama kali di Astra pada September 2001 sebagai supervisor di area Bali, karir Yudi terus melesat. Posisi Region Head Nusa Tenggara Barat pun akhirnya dipercayakan kepadanya sejak Maret 2011 hingga sekarang.

Kepercayaan manajemen Astra kepada Yudi tak lepas dari kinerjanya yang cemerlang. Di antaranya, HSO (Honda Sales Operation) Mataram (Nusa Tenggara Barat)—yang notabene ia pimpin—sanggup memetik prestasi sebagai “Best of The Best” pada ajang Honda Main Dealer Championship 2012. Bahkan, pada Februari 2012 lalu market share HSO area Nusa Tenggara Barat mencapai 66,3%, sementara pada periode yang sama tahun 2011 hanya 52,6%.

Meski karirnya sudah tercatat sangat cemerlang, diakui Yudi, masih ada impian yang belum ia capai dan ingin segera diwujudkan. “Saya ingin sekali membangun fasilitas umum, seperti rumah sakit dan sekolah dengan biaya murah. Sebab, saya ingin berkontirbusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pendidikan dan kesehatan,” ia berharap.

Sebelum merenda karir di Honda, pria yang saat kuliah sangat aktif di  organisasi kemahasiswaan itu, pernah bergabung di konsultan hukum Rizaldi, Riswandha, Lubis & Partners, sebagai Junior Assistant (2001). Selain itu, ia juga pernah bergabung dengan PT Partnerindo Tritunggal Mandiri sebagai Merchant Executive di tahun 2000 dan PT Danamon Usaha Gedung sebagai Legal Officer pada tahun 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)