Tama Florentina, Perempuan di Balik Sukses Karpet Premium “Moire”

MIX.co.id - Bukan perkara mudah mempertahankan eksistensi merek di tengah persaingan pasar yang sengit sekaligus tantangan berat akibat pandemi. Hal ini pula yang dialami Tama Florentina saat mempertahankan ekistensi Moire, merek karpet lokal yang menyasar pasar premium.

Sebagai Founder and Director PT Hesitada Inti Desain, perusahaan yang memproduksi karpet Moire dan Rug House, Tama harus mampu menghadirkan sejumlah diferensiasi sekaligus added value agar Moire yang diluncurkan pada November 2018, dapat diterima oleh segmen A+.

“Diferensiasi sekaligus added value-nya adalah Moire merupakan satu-satunya merek karpet yang dibuat handmade dan diproduksi sendiri di pabrik Sunter. Selain itu, Moire juga mengusung konsep personalized, di mana konsumen dapat secara custom menentukan motif, ukuran, hingga jenis material karpet sesuai kebutuhan mereka,” cerita Tama, yang menyebutkan harga per meter karpet Moire mulai dari Rp 10 juta.

Untuk memperkenalkan Moire kepada masyarakat Indonesia, Tama harus memilih pendekatan ke komunitas desainer interior maupun arsitek. Oleh karena itu, pada saat peluncuran Moire di tahun 2018, Tama mengajak 10 desainer interior ternama untuk berkolaborasi. 

Mengusung tema “Floor Fairy Tales”, event peluncuran Moire di ruang pamer Ambientte Senopati itu berhasil membetot perhatian komunitas desainer interior di Tanah Air. 

Keputusan Tama melakukan pendekatan awal kepada komunitas desainer interior dan arsitek cukup dimaklumi. Mengingat, mereka merupakan sosok yang berpengaruh dalam menentukan pemilihan  sekaligus pembelian karpet. 

Tak hanya berkolaborasi dengan desainer interior, Tama juga berkolaborasi dengan media-media yang memiliki basis pembaca dari segmen premium. Di antaranya, Moire bekerja sama dengan media Prestige dan delapan desainer untuk menghadirkan kembali sekuel program “Floor Fairy Tales” di 2021. Para desainer yang diajak kolaborasi tersebut antara lain Shirley Gouw, Sandy Karman, Severiano, Randy Halim, dan Ong Ceng Kuang.  

Strategi awal yang dilancarkan Tama tercatat efektif. Selain berhasil menghiasi rumah-rumah kalangan atas, salah satunya rumah pasangan artis Titi Kamal-Christian Sugiono, Moire juga  telah dipercaya oleh berbagai merek ternama. Sebut saja, BKPM, BPOM, Telkomsel, Somerset, dan AMUZ.

Diakui alumnus Auckland University of Technology (New Zealand) itu, keberhasilan Moire juga tak lepas dari inovasi yang dihadirkan tim Desain Inhouse. “Tim ini bekerja sama dengan desainer  top dalam dan luar negeri untuk menghasilkan motif dan koleksi terbaru. Setiap empat bulan sekali, Moire rutin menghadirkan motif dan koleksi terbaru,” kisahnya.

Selanjutnya, setelah sukses melakukan pendekatan ke komunitas desainer interior dan arsitek, dikatakan Tama, mulai tahun 2021, Moire mulai fokus menggarap pasar B2C (Business to Consumer) atau end-user. 

Oleh karena itu, Moire memutuskan untuk massif menggelar berbagai kampanye edukasi di platform digital maupun media sosial, seperti website dan Instagram. Bahkan, dalam waktu dekat, Moire akan menghadirkan Podcast guna mengedukasi market. 

Hasilnya, pada akhir 2021 lalu, penjualan Moire bertumbuh. “Total penjualan Hesitada Group, baik dari merek Moire maupun Rug House (yang lebih dulu hadir di 2014 dengan menyasar kelas menengah) mencapai double digit billion rupiah. Itu artinya,  di 2021, kami bertumbuh 15% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan 20%,” patok Tama, yang menyebutkan bahwa selama pandemi, tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di Hesitada Group.

Pencapaian lainnya, tahun 2021, Hesitada Group berhasil melakukan ekspansi pabrik ke Wilayah Sunter, Jakarta Utara. Pabrik seluas 1.500 meter persegi tersebut memiliki kapasitas produksi 18 ribu meter persegi karpet dalam setahun.

Paling anyar, Moire tengah menjaring talenta berbakat di Tanah Air, dengan menggelar program “Moire Rugs Design Competition”, yang merupakan kegiatan kompetisi desain karpet bagi mahasiswa desain di Indonesia.

"Kegiatan yang rencanannya akan berlangsung pada Juni 2022 ini, nantinya akan menjaring talenta-talenta berbakat untuk berkolaborasi dengan Moire, menciptakan mahakarya desain karpet premium yang diakui secara global," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)