MENGKOMUNIKASIKAN CSR (3)

Program Edukasi Hidup Sehat ala AQUA Penulis: Wawan Setiawan Belum banyak komunikasi program corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan secara terintegrasi di banyak channel komunikasi. Namun ketika melaksanakan kegiatan yang bertujuan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, Aqua berusaha mengkomunikasikannya secara terintegrasi. Ini bermula dari pemukiran bahwa sejatinya isu kesehatan di Industri makanan dan minuman sudah sejak lama digaungkan. Akan tetapi, tidak semua konsumen concern terhadap isu ini. Karenanya sebagai perusahaan yang bergerak di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), melalui program “It's In Me,” Aqua mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. “Program ini sebenarnya program tahun lalu (2011, Red), yang pada waktu itu mendapat apresiasi yang cukup baik. Terutama dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat yang dimulai dari individu masing-masing seperti pola makan dan minum sehat, atau berolahraga, dengan big campaign-nya, yaitu “Mulai Hidup Sehat Dari Sekarang”,” ungkap Joshua Gunawan, Senior Brand Manager Danone Aqua. Persiapan program Aqua "It's In Me" memakan waktu lama, dimulai dari perencanaan di kuartal ke-3 2010, hingga eksekusi di medio Maret-April 2011 dengan munculnya TV Commercial (TVC) perdana di layar kaca. Program ini juga dikomunikasikan dalam website www.aqua.com/itsinme – di mana terdapat tips, konsultasi dengan dokter, games, dan link untuk bergabung dengan komunitas. “Secara khusus memang kami memanfaatkan digital campaign, pemakaian website yang interaktif pun kami gunakan,” sahut Joshua. Twitter @sehataqua dan Facebook Sehat Aqua yang link-in dengan website milik Aqua ini mampu menarik minat masyarakat untuk peduli, dan pada akhirnya mengikuti pola hidup sehat ala Aqua. “Tercatat pada minggu pertama setelah diluncurkannya, sebanyak 5.000 orang antusias mengikuti kampanye ini melalui kanal digital. Tingkat conversation program ini di media sosial pun ikut meningkat,” sambut Joshua. Di luar aktivitas on-line, Aqua menyelenggarakan acara kuliner sehat di Jakarta, lari bareng di Bandung, dan kegiatan serupa di beberapa daerah. Dan itu semua terintegrasi dengan konsep Aqua “It's In Me,” tuturnya.

Becky Tumewu sebagai salah satu endorser kampanye AQUA "It's in Me".

It's In Me juga menggaet lebih dari 20 public figure sebagai endorser untuk memotivasi dan menginspirasi masyarakat agar mulai hidup sehat. “Dalam beberapa TV Commercial sedikitnya kami memasukan 8 orang endorser di antaranya Nicholas Saputra, Denny Sumargo, Richard Sam Bera, Becky Tumewu, dan lainnya untuk program ini.” terang Joshua di kantornya dibilangan kuningan, Jakarta. Aqua Group – termasuk Danone di dalamnya – menjalankan program CSR sejak 2006. Program itu dilakukan melalui serangkaian kegiatan terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan pendekatan multi-stakeholder yang disebut dengan Aqua Lestari. Dalam menyelenggarakan program CSR, menurut Direktur Corporate Communication Aqua Group Troy Pantouw, Aqua Lestari terdiri dari empat pilar yaitu perlindungan air dan lingkungan, praktik perusahaan ramah lingkungan, pengelolaan distribusi produk serta pelibatan dan pemberdayaan maasyarakat. Pada pilar perlindungan air dan lingkungan, bentuk CSR-nya berupa aksi konservasi hutan untuk perlindungan sumber daya air yang berkelanjutan. Edukasi untuk murid sekolah mengenai lingkungan juga dilakukan melalui program “Sekolah Sahabat Mata Air”. Komitmen Aqua untuk program ramah lingkungan dan distribusi produk diwujudkan dengan penggunaan energi alternatif untuk mengurangi emisi buangan, pengelolaan limbah dengan baik, distribusi efektif menggunakan kereta api serta menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) lewat kampanye “Gemar Mengelola Sampah”. Sedangkan pada pilar pelibatan dan pemberdayaan masyarakat, Aqua mengembangkan program WASH (Water Access, Sanitation and Hygiene) serta akses air bersih bagi setiap lapisan masyarakat. Selain itu, juga dilakukan pengembangan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil menengah (UKM). CSR Aqua Group menyasar kepada komunitas atau masyarakat sekitar pabrik. “Namun, tidak menutup kemungkinan masyarakat di luar wilayah operasional sesuai kajian kebutuhan (need assessment),” kata Troy. Ditambahkan, program-program CSR Aqua Group dikembangkan berdasarkan hasil dari kajian kebutuhan yang ada di masyarakat dan kemudian diimplementasikan secara bertahap dan selalu berdasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi. Dalam mengimplementasikan program tersebut, pihaknya selalu melibatkan berbagai pihak (multi-stakeholder engagement) seperti pemerintah daerah setempat, LSM, tokoh agama, dan masyarakat penerima manfaat CSR. Sementara komunikasi CSR dilakukan melalui channel media cetak, media elektronik, social media serta kegiatan edukasi melalui seminar dan workshop untuk publik. “Di social media sendiri, kami mengoptimalkan dengan melakukan bincang blogger dalam acara Workshop Bincang Air dan juga memanfaatkan social media yang dimiliki oleh perusahaan seperti Facebook dan Twitter Sehat AQUA,” tandas Troy. Juri Brand Activation Award Majalah MIX-MarketingCommunication Fary Farghob menilai kampanye ini terkesan lebih berat di ATL brand education campaign. “Porsi activation-nya minimal,” katanya. Sedangkan juri lainnya Adi Wijaya menilai komunikasi aqua ini sudah ke area yang lebih soft, dengan analogi hidup sehat dari kebiasan minum air putih setiap hari. Aqua juga, katanya, mampu memanfaatkan ikon-ikon yang mampu menjadi gerbong untuk mengajak masyarakat mengikuti gerakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)