Agar Marketing Campaign Memperoleh ROI yang Lebih Baik

Membuat marketing campaign yang hebat tidaklah mudah. Menurut Lena Prickett, dalam artikelnya berjudul “4 Ways to Get Better ROI on Every Marketing Campaign” yang dilansir di situs www.business2community.com, mendapat ide, mendapat ide dari tim dan manager, mengembangkan aset-aset core serta supporting tentunya menguras waktu, tenaga, dan sumber daya yang sulit tersedia.

email-marketing-ROIPara marketers yang cerdas membuat value sebanyak mungkin di setiap kampanyenya. Para marketers mengunakan kembali aset, pendekatan konsep inti dari angles dan point of view berbeda, dan menyediakan tipe value baru untuk audiens mereka di sepanjang waktu.

Menurut pengalaman Lena Prickett di SnapApp, ia beserta timnya memperluas kampanye mereka dengan cara membuat layering pengalaman interaktif di samping konten statis, menarik audiens untuk tetap membuka email-email dari SnapApp serta engage dengan konten-konten di sana.

Lena Prickett sangat percaya pada kekuatan dari kualitas tinggi, konten berbentuk panjang (seperti eBook atau kertas putih). Ada waktu dan tempat untuk keduanya, dan konten interaktif hebat sering kali lahir dari riset dan konsep yang dikembangkan dalam format aset jangka panjang, Berkaca dari pengalamannya, Lena Prickett berbagi empat langkah yang biasa dilakukan oleh timnya untuk mengkombinasikan kekuatan dari konten berbentuk panjang dengan interaktivitas untuk selalu diperluas di setiap kampanyenya.

1. Memilih Tema Menarik dan Dapat Ditindaklanjuti

Ketika Lena dan timnya menggodok kampanye di SnapApp, mereka memastikan untuk selalu sejalan dengan tema atau konsep inti. Mempertahankan ide besar di dalam pikiran membantu mereka untuk menyelaraskan setiap elemen di dalam kampanyenya guna memastikan bahwa mereka memenuhi tujuan-tujuannya. Lena beserta tim menanyakan beberapa pertanyaan:

- Apakah tujuan kita?

- Apakah ini merupakan engagement dalam kampanye? Pemikiran leadership? Sebuah launching produk?

- Apakah masalah yang kami selesaikan untuk audiens kami?

- Value apa yang kami hadirkan untuk para audiens?

- Apakah aset atau tema inti?

- Kemana arah CTA kami?

Pada umumnya, kampanye yang dilakukan oleh SnapApp akan berkisar seputar sebuah konten berbentuk panjang seperti kertas putih, dan akan digunakan untuk menginspirasi dan menyampaikan pengalaman-pengalaman interaktif seperti asesment, kuis dan kalkulator.

2. Menciptakan Kesempatan-kesempatan untuk Memimpin

Tahap selanjutnya di dalam kampanye adalah menetapkan tujuan bagi tim agar dapat memimpin di antara kompetitor. Untuk mencapai sebanyak-banyaknya audiens dan meningkatkan kesempatan untuk mengkonversi, Lena beserta timnya menggunakan konten interaktif untuk memvariasikan konten dan mendorong audiens untuk bertindak. Cara ini membantu mereka untuk dapat memastikan bahwa mereka meraih atensi dari calon-calon pelanggan yang memiliki persona-persona unik dan tahapan-tahapan di dalam perjalanan pembeli.

Berikut ini beberapa ide-ide untuk memecah pilar konten ke dalam aset-aset tambahan: postingan blog, slide presentasi, webinars, asesment, kuis, poling, infografis, maupun postingan tweet dan facebook.

Dengan menggunakan konten interaktif, brand tidak hanya mendapat kesempatan untuk melakukan konversi di sepanjang durasi kampanye, namun juga mampu memungkinkan brand untuk mendapat data unggulan. Dengan survei, kuis dan asesment, brand dapat mengumpulkan jawaban-jawaban untuk setiap pertanyaan yang dapat membantu mereka untuk mencetak angka serta memimpin di antara kompetitor.

3. Identifikasi Calls to Action

Setelah tema dan aset ditentukan, brand dapat mulai memikirkan tentang promosi dan calls-to-action. Seperti kebanyakan marketers, Lena dan timnya menggunakan dua pendekatan: promosi tertarget di dalam daftar in-house dan promosi luas untuk memperluas jangkauan calon pelanggan.

Promosi luas yang biasa dilakukan oleh SnapApp biasanya melibatkan sosial media dan media berbayar. Di sini, mereka menggunakan internet dan tidak tahu secara pasti siapa sebenarnya yang mereka raih. Oleh karena itu, menurut Lena penting sekali bagi brand untuk membuat calls-to-action sespesifik dan semenarik mungkin.

SnapApp menemukan bahwa calls-to-action yang interaktif akan lebih menarik dibandingkan CTA yang berorientasi pada aksi karena keinginan alamiah manusia untuk menilai, berkompetisi, membandingkan dan berbagi. SnapApp melihat adanya kecenderungan atau potensi klik yang lebih tinggi melalui panggilan untuk beraksi yang interaktif seperti “Lihat bagaimana kamu menyusunnya!” atau “Tes pengetahuan Anda” dibandingkan pendekatan CTA seperti “Get The Report”.

4. Meningkatkan Touchpoint Email

Cara kedua untuk membuat konten menjadi yang terdepan di mata audiens adalah melalui promosi yang tertarget. Sebuah laporan dari Circle Research menemukan bahwa 42% marketer B2B percaya bahwa email marketing mereupakan strategi paling efektif untuk membuat kontak, membuat case kuat bagi marketers untuk menggunakan database email dengan lebih baik.

Oleh sebab itu, berikan email kepada database secara reguler – namun hal ini juga mendatangkan tantangan untuk membuat program email yang memiliki konten berkualitas cukup tinggi. Memecah aset inti kampanye ke dalam beberapa program interaktif sendiri sebenarnya dapat membuat brand memiliki cukup banyak stok informasi untuk di email kepada para pelanggan di databasenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)