Come Back, Citibank Incar Segmen Lifestyle

Paska lepas dari sanksi yang dijatuhkan Bank Indonesia (BI) selama dua tahun, lantaran tersandung kasus pembobolan dana nasabah oleh Melinda Dee, Citibank kembali bergerilya. Come back-nya Citibank—setelah sanksi BI berakhir di Mei 2013 lalu—ditandai dengan peluncuran tiga kartu kredit barunya pada November ini (21/11).

(Kiri-kanan) Lauren Sulistyawati (Managing Director Consumer Business Citibank Indonesia) dan Harianto Gunawan (Direktur PT Visa Indonesia) saat peluncuran tiga kartu kredit teranyarnya, hari ini (21/11), di Jakarta.

Ketiga kartu kredit tersebut adalah Citi PremierMiles, Citi Rewards, dan Citi Cash Back. Dijelaskan Lauren Sulistyawati, Managing Director Consumer Business Citibank Indonesia, "Kehadiran ketiga produk baru tersebut merupakan momentum kembalinya Citibank. Langkah ini juga sebagai wujud komitmen kami terhadap pasar di Tanah Air.”

Ditambahkan Card and Loan Product Head Citibank Indonesia Ari Lastina, jika sebelumnya kartu kredit yang ditawarkan berbasis pada pendapatan nasabah—dengan pembagian segmen Silver, Gold, hingga Platinum—maka saat ini varian kartu kredit yang ditawarkan berbasis pada kebutuhan lifestyle nasabah. “Ketiga kartu kredit tersebut diluncurkan untuk menjawab kebutuhan lifestyle nasabah di Indonesia. Target yang kami sasar adalah kelas menengah atas,” tandasnya.

Peluncuran ketiga kartu kredit anyar itu tak lepas dari insight Citibank terhadap kebiasaan nasabah di Indonesia. Merujuk catatan Bank Indonesia, dikatakan Ari, setiap tahunnya terjadi kenaikan ritel sales sebesar 17%. Sementara itu, berdasarkan riset Citibank terhadap nasabah berpendapatan lebih dari Rp 10 juta per bulan, sebanyak 40% dari mereka sangat menghargai empat hal, yakni, menghargai globalitas, keuntungan premium, manfaat travel, dan penawaran inovatif.

“Jika sebelumnya market share Citibank mencapai 19% dari nilai keseluruhan transaksi kartu kredit, dengan kehadiran ketiga kartu kredit ini, kami berharap market share Citibank bisa mencapai lebih dari 20% di tahun 2015 nanti. Begitu juga dengan pemegang kartu kredit, kami berharap bisa bertumbuh dari 1 juta kartu kredit menjadi 1,3 juta kartu kredit,” patok Lauren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)