Mobile messenger asal Jepang, LINE, mencatat pertumbuhan pengguna hingga 200 juta sejak diluncurkan pertama kali pada Juni 2011 silam. Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya pengguna LINE di kawasan Amerika Selatan dan di negara-negara Asia lainnya, yang totalnya mencapai 230 negara.

Pengguna LINE tembus 200 juta di seluruh dunia.

“Baru–baru ini, jumlah pengguna LINE telah bertumbuh pesat di negara–negara Amerika Selatan termasuk Brazil, Mexico, Columbia, Argentina dan Peru. Kehadiran LINE juga telah bertumbuh luas ke negara–negara di Asia seperti India dan Filipina, juga negara–negara di Eropa, diantaranya Spanyol,” ungkap General Manager of Global Business Line, Simeon Cho, dalam siaran pers yang diterima MIX.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna aplikasi instant messaging mobile yang identik dengan fitur sticker ini, menempati urutan ke lima sedunia dengan unduhan sebanyak 23 juta kali. Angka tersebut diperoleh hanya dalam lima bulan sejak kehadirannya di Tanah Air pada awal tahun 2013.

Selain diperkuat dengan unduhan mobile messenger-nya, LINE juga telah meluncurkan beragam fitur aplikasi tambahan, mulai dari games, aplikasi photo editing, hingga antivirus. LINE juga telah berhasil menempati peringkat pertama untuk kategori aplikasi gratis di Play Store Android di 47 negara. Bahkan, LINE untuk versi Android telah melampaui 100 juta unduhan di Google Play pada 18 Juli 2013 lalu.

Sebagai tambahan, di Indonesia, LINE juga telah bekerja sama dengan WWF Indonesia dengan meluncurkan serial stiker khusus Orangutan, pada Mei 2013 lalu. Kerja sama ini merupakan upaya LINE mendukung Program Konservasi Orangutan di Indonesia, dan sebagai bentuk balas budi atas dukungan yang telah diberikan oleh pengguna LINE di Indonesia. Di bulan yang sama, LINE juga secara resmi menunjuk Agnes Monica dan band lokal Nidji sebagai brand ambassador -nya.

Diakui Cho, tahun ini pihaknya tidak semata-mata fokus untuk memonetisasi LINE di Indonesia. Namun lewat inovasi aneka fitur, bermitra dengan sejumlah operator, hingga tawaran kerja sama lainnya, ia yakin ke depan akan ada banyak bisnis-bisnis baru yang bisa dilahirkan melalui mobile messenger.

Dari awal, kami memang berencana untuk berkolaborasi dengan local brand. Bukan untuk semata monetization, tetapi kami menawarkan co-marketing dengan mereka. Di satu sisi, kami mempromosikan produk-produk mereka lewat fitur Official Account. Di sisi lain, mereka juga mempromosikan produk-produk Line lewat marketing tools mereka,” jelas Cho.

Tags:
Android LINE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)