PT Holcim Indonesia Tbk membukukan peningkatan pendapatan sebesar 7% menjadi Rp 4,48 triliun sepanjang periode semester pertama 2013. Pencapaian ini diperoleh dari optimalisasi produk dan sistem distribusi untuk menjawab tantangan pasar seiring dengan bertambahnya pasokan kapasitas dan impor. Demikian laporan kinerja PT Holcim Indonesia Tbk dari siaran pers yang diterima MIX.

Agustus 2013 ini, PT Holcim Indonesia Tbk akan mulai mengoperasikan pabrik barunya di Tuban, Jawa Timur, yang akan memproduksi 1,7 juta ton semen per tahun.

Sementara, laba bersih semester pertama tercatat sebesar Rp 467 miliar, atau turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 lalu. Peningkatan biaya distribusi, penjualan dan administrasi serta biaya keuangan, turut memberikan dampak terhadap keuntungan jangka pendek.

“Meskipun demikian, kinerja perusahaan untuk semester pertama ini mengalami peningkatan dalam marjin laba kotor, yaitu dari 33% menjadi 35% sebagai hasil dari program efisiensi energi yang dijalankan perusahaan. Diantaranya, perbaikan dalam proses kerja dan inisiatif penghematan energi, bersamaan dengan pemakaian batubara kalori rendah yang juga ikut memberikan dampak yang positif,” jelas Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk, Eamon Ginley, dalam siaran pers yang diterima MIX.

Lebih lanjut Ginley mengatakan, “Saat ini Holcim Indonesia bekerja ditengah kondisi pasokan pasar yang berlebih. Namun, kami perkirakan kondisi ini bersifat sementara, di tengah pertumbuhan permintaan semen yang konsisten dalam jangka menengah dan jangka panjang. Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia terus berkembang, serta investasi pemerintah dan sektor swasta di bidang infrastruktur dan perumahan yang membutuhkan juga terus berlanjut”.

Untuk menjawab tantangan pasar yang dinamis, Ginley mengungkapkan bahwa Holcim akan memfokuskan strateginya dengan memaksimalkan kualitas produk yang prima serta pelayanan pengiriman melalui saluran distribusi dan mitra kerjanya. “Kami juga akan berupaya mengefisiensi proses produksi dengan melakukan daur ulang dan penggunaan bahan bakar serta bahan baku alternatif,” tukasnya.

Selain itu, imbuh Ginley, Holcim juga akan mengoptimalkan pabrik barunya di Tuban, Jawa Timur. Rencananya, pabrik tersebut akan memasok pasar utama di Jawa Timur. Sehingga biaya distribusi akan lebih efisien, dan akan menjamin kelancaran pasokan dan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan. “Pabrik di Tuban akan memproduksi 1,7 juta ton semen per tahun, dan proses penggilingan semennya akan mulai beroperasi Agustus 2013 ini,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Ginley, sebagai merk premium, Holcim akan bersaing dalam memberikan nilai tambah yang kompetitif kepada konsumen untuk jangka panjang. Diantaranya, dengan menjadi pelopor industri dalam hal inovasi seperti waralaba Solusi Rumah, yang telah menaikkan jumlah pemilik rumah dan memberikan usaha baru bagi para ahli bangunan, pengecer, serta pengembang.

“Kami juga akan berupaya menghasilkan inovasi produk-produk khusus seperti LiteCrete, FloCrete, dan Speedcrete, yang akan membantu para pengembang untuk menghemat biaya, dan untuk membangun gedung-gedung atau jalan dengan energi dan sumber daya yang lebih efisien,” tegas Ginley menutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)