Strategi Menata Barang di Rak Supermarket

Sebaliknya lokasi gondola manakah yang paling murah ongkos sewanya? Jelas saja yang paling bawah. Karena di lokasi ini orang pelu jongkok untuk mengamati atau menjangkau produk yang bersangkutan.

Tak dimungkiri untuk menembus rimba item produk di pasar swalayan atau paserba memang bukan perkara mudah. Fakta berbicara, posisi bagus atau memble, luas atau sempit, yang diberikan pengelola supermarket atau hypermarket tak lepas dari faktor sales dan dukungan promosi yang diberikan si produsen kepada mereka.

Jadi jika produk tertentu tanpa “diapa-apakan” saja sudah laku, dengan senang hati pengelola ritel memberikan posisi yang bagus supaya perputaran produk terdukung oleh stok yang ada di display. Sebabnya, umumnya para peritel ini tidak memiliki tempat luas sebagai lokasi stok barang. Jadi yang dipajang itu sekaligus stok barang.

Dalam kondisi normal peritel umumnya akan menempatkan barang yang paling laku dalam kombinasi berupa volume sales yang bagus dan margin yang bagus pula. Jadi, produk yang volumenya oke tapi marginnya tipis tetap saja kurang menggembirakan bagi mereka.

Khusus produk baru dimana belum masuk planogram di supermarket atau hypermarket maka usaha keras produsen harus lebih lagi. Yang sering terjadi produsen harus menyewa space secara spesial. Sistem sewa ini memungkinkan pemilik merek mendapatkan fasilitas gondola atau membawa properti sendiri.

Di lain pihak dengan menyewa otomatis satu lokasi display bisa diperuntukkan untuk produk-produk buatan si produsen. Langkah ini ada untungnya. Ialah display produk bisa ditata sebegitu rupa sehingga lebih eye catching. Untuk mendisain display agar eye catching ini, para pemilik merek memiliki tenaga khusus. Mereka berkeliling ke semua gerai untuk merapikan display produk.

Yang paling ideal untuk posisi produk di lokasi gondola adalah posisi eye level. Walaupun tinggi mata memandang sangat relatif , tapi posisi ini sangat menguntungkan. Karena konsumen punya kecenderungan untuk mengambil atau mengamati produk dalam posisi eye level. Sedangkan format display yang bagus menyangkut penataan dari warna yang senada atau bentuk kemasan yang mirip-mirip.

Karena itu, pemilik merek harus pintar-pintar memanfaatkan moment-moment besar mendongkrak penjualan. Dengan kinerja penjualan yang bagus otomatis posisi tawar produk/merek yang bersangkutan ikut terkatrol.

Dengan kata lain, sebuah merek harus rajin memantau. Jangan sampai ada barang kosong. Dengan produk yang senantiasa tersedia maka penjualannya bisa digenjot maksimal sehingga ujung-ujungnya produk tersebut akan mendapat posisi display yang bagus.

Sebagai saluran modern, supermarket atau hypermarket menggunakan aturan listing fee untuk produk-produk yang akan masuk ke sana. Listing fee ini dihitung per item. Asal tahu juga produk yang berbeda berat atau kemasan biasanya dianggap item yang berbeda pula. Carefour, sekedar contoh menerapkan angka Rp7 juta per item per gerai.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 thought on “Strategi Menata Barang di Rak Supermarket”

artikel yang sangat menarik tentang menata barang di rak toko atau rak minimarket, sehingga memudahkan bagi para pengusaha ritel pemula, izin copy ke web kami di www.rajarakminimarket.com... thanks a lot
by Raja Rak Minimarket, 12 Jul 2019, 14:09
Sangat setuju dengan artikel yang sangat menarik ini, Mohon ijin copy ke www.sentrarak.com ya... Terima kasih
by Sentra Rak, 13 Apr 2019, 19:18
Saya setuju dengan artikel ini..
by Rak Minimarket, 17 Oct 2016, 08:53
Saya mau tanya, ada nggak buku referensi yg membahas tentang persaingan di rak toko ini, rencananya saya ingin jadikan bahan skripsi. Thks
by Neny, 03 Oct 2015, 23:52

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)