Demi memperoleh kreasi desain souvenir terbaik bercirikan khas Kota Jakarta, tahun 2013 ini Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Souvenir Design Award (JSDA). Di tahun keempat penyelenggaraannya itu, diharapkan JSDA dapat menumbuhkembangkan industri kreatif, baik di kalangan desainer muda, pengrajin, maupun UKM. Mengusung unsur kampanye green environment, para finalis JSDA 2013 diharapkan dapat mengeksplorasi bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Jakarta Souvenir Design Award (JSDA) kembali digelar untuk keempat kalinya. JSDA 2013 diharapkan dapat menumbuhkembangkan industri kreatif, baik di kalangan desainer muda, pengrajin, maupun UKM.

“Souvenir Jakarta menjadi sesuatu yang penting sebagai bagian dari upaya branding Kota Jakarta. Untuk itu, kami menggelar event ini untuk keempat kalinya. Event JSDA diharapkan dapat menggeliatkan roda perekonomian dan pariwisata serta industri kreatif di Jakarta, di mana banyak terlibat pengrajin, industri rumahan, UKM, serta desain profesional yang terlibat di dalamnya,” ujar Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha Dekranasda Propinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana JSDA 2013 Handaka Santosa.

Demi menyukseskan acara tahunan tersebut, rangkaian kegiatan sosialisasi dilakukan. Mulai dari beriklan di media cetak, menyebar poster di berbagai kampus serta mal, hingga email blast. Hasilnya, jumlah peserta yang dihimpun hampir mencapai 93 peserta. "Ada 20 finalis yang terpilih untuk tiga kategori, yakni kategori profesional/umum, kategori mahasiswa, dan kategori UKM/binaan," tambah Pincky Sudarman dari Alun-Alun Indonesia, selaku Ketua Dewan Juri.

Tentang follow up event itu, diungkapkan Pincky, “Tahun lalu, kami sudah mulai memonetisasi karya pemenang dengan memproduksinya. Tapi, baru satu karya dan baru diluncurkan bulan Juni 2013. Produk itu sudah tersedia dan dipasarkan di gerai Alun-Alun Indonesia. Keterbatasan itu karena kami butuh proses yang cukup panjang. Namun, tahun ini kami berencana memproduksi lebih dari satu karya.”

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, "Lebih dari 50 juta yang berkeliaran di kota Jakarta. Angka itu tentu menjadi potensial buyer untuk para pembeli souvenir khas Kota Jakarta.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)