BEYONCÉ DAN ‘LEVII’S JEANS’

Sang superstar Beyoncé mengejutkan dunia fashion dan musik dengan lagu terbarunya, ‘Levii’s Jeans’, yang tidak hanya memberi penghormatan kepada merek legendaris Levi’s tapi juga mengukuhkan kembali otoritas kulturalnya.

.

.

Sang Diva, Beyoncé, baru-baru ini telah membuat kejutan dengan meluncurkan lagu terbarunya yang berjudul ‘Levii’s Jeans’, membawa penghormatan yang memperkuat otoritas kultural Levi’s sebagai ikon gaya.

Lagu yang terdapat dalam album "Cowboy Carter" ini tak hanya menggali nuansa musik country dan folk lintas zaman, tetapi juga menyematkan penghormatan spesial bagi merek Levi Strauss & Co.

Spekulasi banyak penggemar menyebut penggunaan huruf "ii" ganda pada judul lagu menandai album ini sebagai bagian kedua dari trilogi yang direncanakan oleh Beyoncé.

Levi’s pun merespons dengan bijak, menyesuaikan nama akun Instagram mereka menjadi "Levii’s" dan mengunggah serangkaian foto dengan caption yang berbunyi, “Oh untuk menjadi jeans Levi’s saat ini,” menanggapi lagu yang menambahkan aura glamor pada merek denim legendaris tersebut.

Kejutan ini bukan hanya soal sorotan yang datang tiba-tiba, melainkan juga sebuah peluang emas bagi Levi’s untuk mengukir kembali namanya dalam benak konsumen di era modern ini. Sorotan dari Beyoncé ini menghadirkan momen langka yang menangkap perhatian global, mengukuhkan Levi’s dalam percakapan budaya masa kini.

Namun, dalam persaingan pasar denim yang sengit, Levi's tidak dapat hanya berpuas diri dengan euforia yang ditimbulkan oleh lagu tersebut. Mereka harus memanfaatkan momen ini untuk mempertahankan momentum dan memperkuat citra merek yang telah melewati ujian waktu sebagai pakaian ikonik yang relevan.

Levi's dengan sadar tidak terlalu terbawa oleh gelombang hype Beyoncé. Dalam jangka panjang, Levi’s memahami bahwa diperlukan lebih dari sekadar nama besar untuk meyakinkan konsumen memilih produk denim mereka.

Michelle Gass, CEO baru Levi's, menyampaikan rasa terhormat perusahaan atas pengakuan tersebut. Namun, dia tidak menyatakan secara langsung dampak yang ditimbulkan terhadap penjualan. “Ini adalah saat yang berarti untuk denim, dan merek Levi’s sedang menikmati momentum yang kuat di seluruh dunia,” tambahnya.

Komentar ini datang beberapa bulan setelah perusahaan meluncurkan inisiatif pengurangan biaya. Pada bulan Januari, Levi mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi sekitar 12% dari tenaga kerja global mereka, menghentikan bisnis Denizen yang marginnya lebih rendah, dan mengurangi diskon.

Halaman Selanjutnya
....
Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)