EVALUASI DESTINATION BRANDING SUMBAR

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membangun positioning wilayahnya sebagai destinasi wisata halal. Namun pakar marketing menilai langkah yang dilakukan untuk membangun destination branding itu kurang mengena. Seperti apa seharusnya?

Selama tiga hari, tepatnya dari 13-15 Januari lalu, Pemerintah Indonesia mempromosikan Provinsi Sumatera Barat sebagai destinasi wisata peraih World's Best Halal Destination dan Halal Culinary World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Reiselivmessen 2017, Oslo, Norwegia. Pameran Reiselivsmessen merupakan salah satu ajang pameran destinasi wisata terbesar di Nordik. Tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 400 exhibitors yang berasal dari 86 negara. Pameran yang berlangsung di Telenor Centre tersebut menargetkan sekitar 45.000 pengunjung, yang berasal dari Norwegia dan negara-negara Nordik.
Pameran wisata Reiselivmessen diadakan setiap tahun pada Januari. Dalam pameran ini para pengunjung biasanya mencari informasi tentang tujuan wisata yang akan mereka rencanakan untuk liburan musim panas (Juni-Agustus) dan musim dingin (November-Desember). Masyarakat Norwegia diketahui memiliki tradisi berwisata yang tinggi dengan spending power besar. Dalam satu tahun rata-rata mereka berlibur selama 30 hari karena Pemerintah menyediakan tunjangan liburan untuk penduduknya. Potensi inilah yang membuat KBRI Oslo intensif melakukan berbagai promosi wisata, guna mendorong peningkatan wisatawan asal Norwegia.
Selain Provinsi Sumatera Barat, dalam pameran itu Indonesia juga memromosikan beberapa destinasi wisata alam dan wisata bahari dari provinsi lain. Masing-masing adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesertaan Indonesia dalam pameran juga didukung Garuda Indonesia, sesama pemenang WHTA 2016 di Dubai untuk kategori World’s Best Airline for Halal Travellers 2016.
Anjungan Indonesia dilaporkan menempati area seluas 30 m2 yang terletak di posisi strategis, bersebelahan dengan panggung utama pameran. “Indonesia bisa memperoleh perhatian besar karena peran utama yang diberikan oleh panitia untuk penampilan kesenian dan kuliner Provinsi Sumatera Barat,” papar Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto, seperti dilansir dari publikasi Minangkabaunews.
Tak tanggung-tanggung, Gubernur Irwan Prayitno yang bertindak sebagai pemimpin misi promosi pariwisata Sumbar merasa perlu turun tangan untuk menyentuh hati para pengunjung setempat. Di media sosialnya, Irwan menulis bersama istrinya dan Pak Dubes, ia melayani para pengunjung yang ingin mencicipi berbagai kuliner khas Minang. Respon pengunjung, masih di laman sosialnya, memperlihatkan apresiasi dan antusiasme yang sangat baik terhadap kekayaan rempah ciri khas kuliner Minang.
Secara cerdik, Pemda Sumbar mencuri momen dalam sesi program kesenian pada event tersebut. Selain menyajikan tim penari daerah, mereka juga menyisipkan kehadiran Audin Kvitland, pelantun lagu “Nasi Padang” asal Norwegia yang beberapa waktu lalu mencuri perhatian publik dengan penampilannya yang kocak di media sosial YouTube.
Kehadiran Sumatera Barat menjadi magnet tersendiri karena provinsi ini baru saja menenangkan Worlds Best Halal Destination dan Halal Culinary 2016 dalam kompetisi World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Uni Emirat Arab. Seperti diketahui, kemenangan tersebut merupakan hasil voting yang diadakan situs resmi WHTA. Tahun ini jumlah peserta dilaporkan ada 383, baik yang berasal dari negara mau pun merek. Sementara jumlah voting yang masuk mencapai 1,8 juta suara, berasal dari 116 negara. Selain Sumbar yang memenangkan dua kategori, Indonesia berhasil mendapatkan 12 dari 16 kategori WHTA yang dilombakan.
Duta Besar Yuwono mengaku sengaja menangkap peluang kemenangan tersebut untuk memperkenalkan Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari destinasi wisata kepada publik Norwegia. “Selagi masih hangat-hangatnya memperoleh penghargaan World’s Halal Tourism Awards 2016, kita melihat pentingnya memperkuat upaya promosi Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Keberpihakan dan partisipasi KBRI Oslo, harus diakui merupakan bentuk kerjasama yang manis dari banyak pemangku kepentingan dalam promosi pariwisata tersebut. Dalam rangkaian muhibah itu, KBRI juga mempersiapkan sejumlah pertemuan dengan mitra terkait di Norwegia guna menawarkan sejumlah peluang investasi. Duta Besar mengatakan beberapa perusahaan besar Norwegia di bidang energi, perikanan dan pariwisata telah dihubungi KBRI Oslo untuk misi investasi Sumatera Barat guna memperkuat dukungan dan kerja sama teknis di sektor-sektor terkait. KBRI Oslo juga mempertemukan Gubernur Sumbar bersama tim terpadunya, dengan beberapa kementerian dan lembaga kunci Norwegia guna memperkuat dukungan dan kerja sama.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)