Buzzohero, Self-service Influencer Marketing Platform

Tak dipungkiri jika buzzer belakangan ini menjadi primadona bagi marketer untuk mengedukasi brand ke target konsumen. Dominasi tayangan iklan di media konvensional tergerus oleh kehadiran para buzzer di era digital sekarang ini. Para buzzer sengaja digunakan oleh marketer atau pemilik brand sebagai “corong” untuk edukasi brandnya. Dengan merangkul buzzer, strategi pemasaran digital (digital marketing) makin booming.

Buzzohero tampil mengambil peran di tengah maraknya digital marketing. Buzzhero adalah self-service influencer marketing platform yang bisa di gunakan para pemilik brand untuk mempromosikan produknya. Buzzohero menghubungkan brand, agensi dan bisnis dengan ribuan buzzer melalui media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram. Buzzer berperan sebagai brand ambassador atau endorser dari brand yang diwakilinya. Oleh karena itu, tidak jarang buzzer menerima pertanyaan-pertanyaan detail tentang produk yang mereka komunikasikan. So, buzzer Twitter minimal harus menguasai produk yang mereka iklankan.

Alasan penggunaan tiga akun media sosial (Facebook, Twitter, dan Instagram) yang menjadi platform digital marketing Buzzohero, adalah karena ketiganya paling familiar dan memiliki pengguna (user) yang bejibun. Menurut catatan di Buzzohero.com, Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang banyak disukai masyarakat dan telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna secara global sejak diluncurkan pada 2006. Oleh karena itu, banyak pengguna Twitter yang sekarang ini juga memiliki penghasilan tambahan dari media sosial tersebut, yaitu dengan menjadi buzzer Twitter, khususnya di Indonesia.

Buzzer Twitter biasanya memiliki follower dengan karakteristik dan range usia yang sama. Misalnya, akun dengan tema percintaan biasanya diikuti oleh para follower yang berusia remaja. Oleh karena itu, brand dengan produk remaja bisa melakukan branding dengan akun ini. Kemudian, gaya bahasa unik buzzer terkadang menjadi alasan mereka di-follow oleh banyak orang.

Buzzohero mengklaim memiliki lebih dari 30 ribu buzzer yang bisa gunakan oleh para pemilik brand untuk mempromosikan brandnya kepada target konsumennya. Prosedur cara menggunakan Buzzohero relatif mudah, yakni mendaftar sebagai pengiklan, membuat konten yang ingin dipromosikan dan memilih buzzer, lalu konfirmasi dan mengatur jadwal posting.

Untuk biayanya, tergantung pada buzzer yang dipilih. Biasanya semakin banyak jumlah followers Buzzer, kemungkinan besar harga yang ditawarkan semakin mahal karena akan lebih berpengaruh dengan brand. Total biaya yang dibutuhkan juga tergantung dengan kebutuhan, yakni tergantung berapa banyak buzzer yang akan digunakan dan berapa banyak media sosial yang akan digunakan.

Sementara dari sisi buzzer, siapa saja bisa bergabung di Buzzohero asalkan telah memiliki banyak “pengikutnya”. Hal ini berkait pula dengan tariff buzzer karena semakin banyak pengikutnya, maka semakin mahal tarif yang harus dibayar pemilik brand. Buzzohero memang hadir sebagai startup digital marketing, namun belakangan kiprahnya makin banyak pemilik brand yang memanfaatkan jasanya dan jumlah brand yang di-handle-nya pun terus bertambah.

Buzzohero tidak hanya menyuguhkan strategi marketing digital untuk penetrasi pasar, tapi memberikan hasil analisis campaign oleh buzzer melalui parameter yang terukur. Parameter efektivitas campaign tersebut adalah jumlah engagement yang terjadi, Impressions, Comment, Shares, Retweet, dan Mentions. Semakin tinggi tingkat engagement maka peluang untuk sales juga semakin tinggi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)