Kampanye Positif Menuju Titik Balik TikTok

Sempat tersandung kasus pemblokiran oleh pemerintah Indonesia selama sepekan (3-10 Juli 2018) lantaran dinilai memuat konten pornografi, TikTok mulai mengalami titik balik. Tak menunggu waktu lama, sejak blokir dibuka, TikTok langsung massif mengkampanyekan berbagai gerakan positif sekaligus kampanye sosial. Tentu saja, langkah itu demi memupus stigma pornografi yang telanjur menempel pada TikTok.

Pada pertengahan 2018 misalnya, platform aplikasi video berdurasi pendek itu telah bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Wanita & Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA-RI) untuk merilis sebuah kampanye online, khusus untuk memeriahkan Hari Anak Nasional. Objektifnya, guna mendukung perlindungan hak asasi anak Indonesia, terutama untuk mendapatkan standard pendidikan yang baik.

Kampanye ini berlangsung sepanjang 20-25 Juli 2018, di mana TikTok membuat dan mempromosikan tantangan dalam aplikasi dengan menggunakan sebuah lagu milik KPPPA untuk memperingati Hari Anak Nasional 2018. Pengguna TikTok diajak berpartisipasi dengan membuat video dengan menggunakan lagu tersebut dan tagar #AnakGENIUS serta membagikan video di berbagai jaringan sosial. Tema kampanye ini berupaya untuk menyampaikan harapan-harapan yang baik bagi anak Indonesia dengan menggunakan akronim #GENIUS: G (Gesit), E (Empati), NI (beraNI), U (Unggul), dan S (Sehat).

Kreator video terbaik dari TikTok dan influencer online di Indonesia seperti Tasya Kamila, Amel Carla, Joshua Suherman dan Natasha Chairani juga bergabung dalam kampanye tersebut dengan membuat video kreasi mereka masing-masing untuk memberi dukungan serta menginspirasi pembuatan video bagi pengguna.

Tahun 2019, TikTok makin agresif menggelar kampanye positifnya melalui sejumlah program. Sebut saja, TikTok bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis kampanye #AyoBersatu untuk menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang jatuh pada 17 April 2019. Di bulan yang sama, kampanye lainnya, #WonderfulIndonesia, juga digelar TikTok bersama Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata di Tanah Air.

Di tahun yang sama, TikTok kembali berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meluncurkan kampanye #EkspresiMerdeka. Bahkan, Dinas Pariwisata Kota Medan juga tak mau ketinggalan, bersama TikTok, mereka meluncurkan kampanye #ColorfulMedan.

Massifnya TikTok mengkampanyekan pesan positif  membuat platform aplikasi asal China itu akhirnya mengalami titik balik. Merujuk laporan SensorTower, pada November 2019, jika dilihat dari aplikasi non-game, maka TikTok berada pada peringkat ketiga sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia pada tahun 2019, yakni mencapai lebih dari 1,5 miliar kali di Play Store dan App Store.

Seiring dengan makin popularnya layanan anak perusahaan Bytedance itu, di Indonesia TikTok pun makin mewabah. Tak hanya masyarakat dan selebgram macam Ria Ricis yang keranjingan TikTok, namun artis papan atas--seperti Dian Sastrowardoyo, Luna Maya, Wulan Guritno, dan Gisella--serta pejabat pemerintah pun rame-rame ikutan main TikTok.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil misalnya, bermain TikTok dalam acara Mata Najwa di tahun 2020 ini. Selain itu, Anies sempat bermain TikTok bersama Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani. Kemudian Ganjar juga sempat bermain TikTok usai acara bersama Tokopedia. Bahkan, Ridwan Kamil pun tak ketinggalan. Pria yang akrab disapa Emil itu bermain TikTok dengan Boy William serta bersama Cinta Laura dan Dino Patitidjalal.

Tahun 2020 ini, TikTok kembali menggelar kampanye positifnya melalui program "Sama-Sama di TikTok", yang diselenggarakan selama tiga hari, 28 Februari hingga 1 Maret, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Pada hari kedua penyelenggaraan, 29 Februari, TikTok menggelar bincang-bincang bertajuk “Video Pendek untuk Menyebarkan Pesan Positif” dengan narasumber Wulan Guritno, Dien Limano, serta Yoris Sebastian.

“Salah satu misi kami adalah menginspirasi dan mendorong generasi muda untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Dengan format video singkat dan fitur video editing yang lengkap dan mudah digunakan, TikTok menyediakan sarana yang efisien bagi generasi muda untuk berkontribusi secara positif kepada masyarakat dengan isu penting, seperti kesadaran akan lingkungan dan kesehatan," papar Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, and The Philippines.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tak hanya kampanye positif, TikTok juga memiliki panduan untuk komunitas atau masyarakat dalam membuat video di TikTok. "Bahkan, kami menjalankan aturan atau regulasi sekaligus edukasi dengan bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika. TikTok memiliki mekanisme pemantauan melalui Teknologi Reviewer dan Human Reviewer yang bekerja non stop selama 24 jam penuh. Bahkan, tim ini adalah tim dari Indonesia, sehingga dapat melakukan pemantauan sesuai panduan komunitas. Dengan demikian, internet sehat dapat tercipta," paparnya.

Kerja keras TikTok pun membuahkan hasil. Diakui Donny, jumlah pengguna TikTok di Indonesia tumbuh dengan pesat. "Saat ini, rata-rata setiap pengguna TikTok di Indonesia mengkonsumsi lebih dari 100 video di TikTok per harinya. Para pengguna lebih banyak dari Gen Z dan Y. Bahkan, banyak brand yang juga sudah banyak menggunakan TikTok untuk kampanye pemasaran maupun branding. Misalnya, brand dari industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG), telekomunikasi, hingga perbankan," terang Donny, yang menyebutkan bahwa usia minimal pengguna TikTok harus 14 tahun.

Dinilai Pengamat Pemasaran, Yoris Sebastian, video pendek dan vertikal masih akan menjadi tren di Indonesia tahun ini. Dengan demikian, brand serta masyarakat harus mulai melihat bagaimana dapat menggunakan wadah video pendek dalam menyampaikan pesan-pesan mereka. TikTok sebagai wadah video pendek menjadi pilihan, karena tidak hanya menyajikan diversifikasi konten, tetapi juga memiliki fitur editing yang mumpuni bagi masyarakat yang ingin berkreativitas dalam menyebarkan pesan-pesan berdampak sosial dan positif.

"TikTok menjadi salah satu pilihan untuk platform pembuatan video-video pendek. Mengingat, anak-anak muda ingin membuat konten di berbagai plaltform yang belum pernah ada. Dengan fitur lagu, stiker, video, maka TikTok bisa memenuhi kebutuhan para content creator, tanpa mereka harus memiliki banyak platform aplikasi di gadget mereka," jelas Yoris.

Tren ke depan, menurut Yoris, pengguna cepat bosan dan selalu ingin mencari hal-hal baru. Oleh karena itu, platform yang ditawarkan harus bermanfaat, sehingga engagement dan life time menjadi lebih panjang.

"Untuk pengelola atau pemilik merek, mereka dapat menggunakan TikTok sebagai platform baru dalam mengkomunikasikan merek mereka. Namun, yang harus diperhatikan adalah brand harus mempelajari dulu mediumnya seperti apa, misalnya berapa detik orang tidak suka menyaksikan video untuk kemudian mereka akan berpindah. Selain itu, buatlah video pendek dengan mengemasnya secara alami," anjur Yoris.

Ia mencontohkan, untuk mempromosikan film misalnya, maka semua artis yang akan membuat kontennya di TikTok jangan seragam. "Mereka harus bikin konten yang custom sesuai dengan karakter dari masing-masing artis," tutup Yoris.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)