Pentingnya Brand Berinvestasi pada Iklan Digital

MIX.co.id - Tahun ini, Indonesia mencatat rekor sebagai negara dengan jumlah pertumbuhan populasi konsumen digital tertinggi, yang diperkirakan akan mencapai 165 juta. Bahkan, Magna's Spring 2021 Global Advertising Forecast memperkirakan, pendapatan iklan digital meningkat 20% atau berkontribusi 43% terhadap total anggaran yang mencapai Rp 47 triliun. “Fakta ini menunjukkan bahwa pentingnya brand berinvestasi pada iklan digital.

Tak hanya iklan digital, eCommerce di Indonesia juga mencatatkan kenaikan yang signifikan. Survei Sentimen Pelanggan oleh McKinsey memproyeksikan pertumbuhan  per tahunnya mencapai 25% sejak 2020 hingga 2025.

“Pertumbuhan e-commerce yang pesat membawa tantangan baru untuk para pemilik merek (brand). Sekarang, brand perlu menguatkan strategi dalam berkomunikasi. Komunikasi tidak hanya tentang kekuatan produk atau jasa yang mereka tawarkan, tetapi juga pelayanan pelanggan dan juga pengalaman online. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memanfaatkan kekuatan periklanan digital,” ungkap Teresa Kitono, Head of Marketing Intrepid Indonesia.

Lebih jauh ia menerangkan, saat ini, konsumen seringkali dibombardir dengan iklan digital. Bahkan, tak sedikit iklan digital tersebut mengarahkan mereka ke berberapa halaman website, yang justru menghambat konsumen untuk melanjutkan proses belanja di platform eCommerce.

Guna menghindari hal itu, menurut Teresa, brand dapat melakukan sejumlah strategi. Strategi pertama, 360-Degree Landing Page Optimization. Halaman situs eCommerce yang efektif harus selalu mengutamakan kepentingan konsumen, yaitu memberikan pengalaman berbelanja yang mulus dan berkesan dengan segala cara. Oleh karena itu, faktor utama yang harus dipertimbangan adalah mengoptimalkan halaman situs dari perspektif yang komprehensif,” ucapnya.

Strategi kedua, mengintegrasikan commerce dan aset digital. Ini artinya, dalam mengkomunikasikan pelayanan atau produk sekaligus melakukan promosi ke konsumen, brand harus mampu menyelaraskannya dengan berbagai aset digital, seperti media sosial, influencer, dan sebagainya.

Dia mencontohkan, brand yang berhasil menghubungkan commerce dan aset digitalnya adalah SPOTEC. SPOTEC adalah merek sepatu olahraga Indonesia yang terkenal dengan kehadiran offline-nya sejak 1988. Semua halaman iklan Facebook SPOTEC terhubung ke halaman toko di Tokopedia, Shopee, dan Lazada. Setiap materi iklan di Facebook juga akan menampilkan sepatu terlaris SPOTEC dan promosi yang sedang berlangsung untuk meningkatkan daya tarik iklan terhadap pembeli potensial.

“Desain iklan dan pesan promosi selalu konsisten dengan desain dan penawaran spanduk e-commerce di dalam toko untuk memberikan pengalaman iklan yang lebih mulus kepada audiens. Selanjutnya, untuk lebih meningkatkan kepercayaan konsumen dan jumlah klik iklan SPOTEC, setiap materi iklan Facebook Ads selalu menampilkan logo SPOTEC dan logo e-commerce untuk memanfaatkan asosiasi merek yang kuat dari merek e-commerce,” terang  Teresa.

Strategi ketiga, mempertimbangkan kembali Key Performance Indicator (KPI) dari kampanye merek. “Lakukan evaluasi ulang KPI kampanye merek Anda saat ini.  Metrik pengukuran iklan digital berbasis data selalu menjadi panduan utama dalam mengevaluasi berapa kali merek seharusnya terlibat dengan konsumen sebagai target market mereka. Tujuannya, untuk meningkatkan product awareness,” tuturnya.

Dalam konteks eCommerce, diakuinya, untuk secara akurat mengukur keberhasilan inisiatif pemasaran digital, maka brand harus dapat menetapkan bagaimana aktivitas tersebut mempengaruhi laba dan selaras dengan tujuan utama bisnis, yakni penjualan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)