MIX.co.id - Menjadi merek yang tetap bertahan selama lima dekade (50 tahun), bahkan  mampu menjadi salah satu merek es krim terbesar di Tanah Air, tidaklah mudah bagi Campina. Ada sejumlah tantangan yang harus dilalui Campina demi menaklukkan konsumen sekaligus meraih 18% market share di pasar es krim nasional. 

Deretan tantangan yang berhasil dilalui Campina antara lain krisis moneter 1997, berkompetisi dengan sejumlah merek asing yang merangsek pasar Indonesia, serta sanggup melewati gelombang pandemi. 

Dituturkan  Sales & Marketing Director Campina Adji Andjono, pada perayaan 50 Tahun Campina, yang digelar hari ini (19/7) di Jakarta, “Pada awal pandemi, 2020, kami memang sempat mengalami sedikit penurunan. Namun, di 2021, penjualan kami sudah mulai pulih. Bahkan, pada kuartal pertama 2022 ini, kami sudah berhasil tumbuh di atas 10%. Target akhir tahun ini, kami berhasil meraih penjualan di atas Rp 1 triliun,” ungkapnya.

Menurut Adji, ada tiga strategi yang secara konsisten dilancarkan Campina demi mencetak kesuksesan dan mencapai target tersebut. Pertama, sejak berdiri di 1972, Campina konsisten dengan kualitas bahan baku. “Sejak awal berdiri, semua produk-produk Campina dibuat dengan menggunakan bahan baku kualitas terbaik dan higienis, antara lain menggunakan susu, gula asli dan santan segar. Es krim Campina juga diproduksi dengan standar internasional, memiliki jaminan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), serta berlabel halal. Selain itu, produk-produk Campina diproduksi oleh pabrik yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Kedua, Campina secara konsisten menghadirkan cita rasa yang berkualitas. Oleh karena itu, Campina senantiasa menghadirkan cita rasa baru setiap tahunnya. “Dalam setahun, kami senantiasa meluncurkan 5-6 varian es krim baru. Langkah ini juga untuk menjawab tren yang dinamis,” ungkapnya.

Pada momen 50 tahun ini misalnya, Campina meluncurkan beberapa produk baru untuk menyasar target pasar anak muda, antara lain es krim rasa Tiramisu, Concerto midi Tiramisu. Sebelumnya, di akhir 2021, untuk menjawab kebutuhan di masa pandemi, Campina meluncurkan es krim dengan kandungan vitamin C 90mg, Campina Go!Mango dan Orange Plus.

Ketiga, Campina senantiasa relevan dengan konsumen dan kondisi pasar yang dinamis. Tetap relevan tersebut diwujudkan Campina dengan meng-update varian produknya. Contohnya, dengan menghadirkan LuVe yang dibuat dari susu Almond. “LuVe, varian es krim yang awalnya berbahan dasar Soya, kami ganti dengan susu Almond. LuVe dengan susu Almond ini dihadirkan karena trennya saat ini  di kalangan anak muda adalah susu Almond,” urainya.

Upaya relevansi lainnya yang dilakukan Campina adalah dengan menggunakan karakter berlisensi, seperti Nickelodeon, Disney, dan Marvel. “Penggunaan karakter berlisensi ini kami lakukan agar tetap relevan dengan konsumen anak-anak,” Adji menambahkan.

Sementara itu, dari sisi penjualan, Campina juga menjawab perubahan pasar dengan hadir di sejumlah platform digital. Di antaranya, hadir di berbagai platform eCommerce seperti Tokpedia dan Shopee, memanfaatkan platform WhatsApp sebagai kanal penjualan, hingga menghadirkan platform penjualan icecreamstore.co.id.

“Meski kontribusi penjualan dari kanal digital atau online masih rendah, yakni sekitar 10%, namun pertumbuhan penjualan dari kanal online ini sangat signifikan, yakni di atas 50%. Oleh karena itu, kami berbagai platform penjualan melalui kanal online ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan market,” aku Adji.

Tahun ini, di usia “emas”-nya, Campina juga memperkenalkan brand ambassador terbarunya, penyanyi Tiara Andini. Dengan demikian, Tiara akan membintangi iklan dan juga menyanyikan jingle Campina dengan suasana baru. 

Dijelaskan Adji, dipilihnya Tiara Andini sebagai brand ambassador karena Tiara memiliki value dan semangat yang sama dengan Campina. “Sejak belia dia sudah berkarya, memiliki talenta luar biasa, dan mencetak prestasi sekaligus menebarkan kebaikan. Tiara dan Campina juga merupakan local hero, dari Jawa Timur. Kesamaan itulah yang membuat kami memilih Tiara sebagai sosok yang dapat merepresentasikan Campina,” terang Adji.

Langkah menggandeng Tiara Andini, diakui Adji, juga sebagai upaya Campina dalam mendekati segmen milenial dan Gen-Z. “Kami berharap penunjukan Tiara sebagai brand ambassador Campina dapat menginspirasi milenial Gen Z untuk berprestasi dan tak ragu mengejar mimpi. Bersama Tiara, kami sudah menghadirkan iklan TV Commercial terbaru dan akan menghadirkan program promosi bersama Tiara,”  tandasnya.

Tiara Andini mengaku bangga bisa terpilih sebagai brand ambassador Campina. “Aku sejak kecil kenal dengan es krim Campina. Banyak pilihan rasa yang enak-enak dan aku paling suka Hula-Hula Kacang Hijau.  Dengan menjadi brand ambassador, aku berharap dapat menyuarakan pesan Kebaikan Campina yang telah aku kenal selama ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)