DOKU e-Wallet untuk Akuisisi User Baru

DOKU

Secara umum, e-money atau uang elektronik di Indonesia masih merupakan produk koplimenter (pelengkap) bagi orang-orang yang telah memiliki rekening bank (banked people), sehingga penetrasinya di negeri ini belum maksimal. Sementara itu, di kalangan unbank people (orang yang belum memiliki rekening bank) DOKU belum banyak dikenal. Oleh karena itu, tantangan DOKU adalah mengedukasi pasar dan memberikan kemudahan penggunaan—sehingga mengalahkan penggunaan uang tunai. Demikian dituturkan Richmond Aldien, Senior VP Consumer Product DOKU, tentang penerimaan atau penetrasi e-money di Indonesia.

Diluncurkan pada April 2013, DOKU e-Wallet mencoba menjawab kebutuhan pasar akan instrumen pembayaran bagi unbaked dan banked people di merchant-merchant online. Target market yang disasar adalah pengguna smartphone usia produktif yang berbelanja online. "DOKU e-Wallet merupakan layanan B2C untuk memperluas payment ecosystem—sebelumnya DOKU bergerak dalam bisnis payment gateway."

DOKU e-Wallet, lanjut Richmond, diposisikan sebagai produk sinergi bersama dengan payment gateway dan remittance. Dengan demikian, katanya, positioning DOKU e-Wallet lebih sebagai alat untuk mengakuisisi user baru sekaligus sebagai kanal yang dapat digunakan oleh partner B2B DOKU untuk delivery service partner tersebut ke user. Dari sisi fitur, katanya, DOKU lebih komprehensif. Dan dari sisi pengguna, DOKU dipakai oleh mereka yang sudah terbiasa melakukan transaksi elektronik untuk transportasi atau untuk membeli makanan.

Edukasi dilakukan DOKU guna memperkenalkan DOKU e-Wallet sekaligus mendorong masyarakat untuk mau menggunakan uang elektronik. "Edukasi perlu dilakukan ke semua pihak, terutama ke pengguna dan merchant," terang Richmond. Edukasi antara lain dilakukan melalui placement di media massa (Above the Line) dan kepada targeted audience, yaitu pengguna aplikasi DOKU. Edukasi juga dilakukan melalui gimmick, yaitu memberikan insentif atau reward kepada pengguna yang telah berpartisipasi.

"Di sisi lain, edukasi juga perlu dilakukan kepada partner dan merchant secara terus menerus dalam program bulanan, dimana reminder atau refreshment training diberikan. Sedangkan lewat frontline partner, kami bisa mendapatkan masukan tentang kendala di lapangan dan memberikan update mengenai perbaikan serta hal-hal baru," paparnya.

Pada saat penetrasi 2007, katanya, DOKU pernah menggelar berbagai program, antara lain, penambahan jumlah merchant, penambahan biller-biller baru dan jenis pembayaran baru, memberikan reward kepada pengguna, serta bermitra dengan B2B dalam open platform untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memberikan nilai tambah berupa fungsi e-money dan e-wallet kepada para partner.

Berbagai program tersebut, menurut Richmond, berdasarkan analisis transaksi user DOKU e-wallet, telah berhasil meningkatkan ticket size (nominal per transaksi) dengan rata-rata spend di atas Rp400 ribu per transaksi—pada umumnya untuk games online dan e-commerce. "Tren ini dipicu oleh keberagaman dari usage dan fitur e-wallet kami serta indikasi bahwa user e-wallet kami merasa nyaman untuk bertransaksi online dengan menggunakan DOKU e-wallet," tutupnya. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)