Infokost Listing 7.000 Hunian Sewa di Bali

Bapak Frandy Wirajaya, CEO Infokost.id
Infokost.id melebarkan sayap bisnis dengan menggarap Bali, Kalimantan dan Sumatera. Di Bali saat ini memiliki 7.000 listing hunian

Ceruk pasar terhadap tempat hunian sementara (kos) bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, ternyata cukup besar. Di Jabodetabek misalnya, menurut CEO Infokost.id Frandy Wirajaya Sugianto, terdaqpat sekitar 15 ribu tempat kost dimana masing-masing tempa kost tersebut menyediakan rata-rata 15-20 ruang kamar. Jika rata-rata sewa Rp1-Rp1,5 juta per bulan, maka bisa ditaksir market size bisnis penyewaan hunian untuk kos-kosan berkisar Rp300 – Rp450 miliar sebulan.

“Itu baru Jabotabek. Belum lagi di luar Jabotabek dan kota-kota besar lain di Jawa, Bali, Kalimantan dan Sumatera, market size-nya tentu berkali lipat,” kata Frandy. Diakui, pihaknya belum punya data akurat tentang nominal dari bisnis ini, tapi optimis pasarnya tetap prospek.

Infokost.id – semula infokost.net – yakni situs yang berisi informasi seputar penyewaan hunian kos, apartemen, guest house dan vila mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan menggarap Bali dan kota besar lain di Kalimantan dan Sumatera. Di Bali misalnya, saat ini sudah memiliki 7.000 listing hunian bagi. Targetnya adalah wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Sementara hunian yang ditawarkan dominan vila, guest house, dan hotel.

Khusus Bali, pihaknya melengkapi fitur berbahasa inggris untuk memudahkan wisatawan asing mencari tempat hunian. “Kami akan terus menambah listing hunian karena wisatawan yang berlbur di Bali terus meningkat. Kami targetkan tahun depan listing huniannya bertambah jadi 8.000 listing,” katanya.

Diakui, traffic Infokost di Bali cukup besar. Rata-rata diakses 1.000 visitor yang klik Infokost. “Target sampai dengan Desember, sekitar 20.000 visitor yang akses infokost.id,” imbh Frandy.

Effort komunikasi untuk menjaring lebih banyak wisatawan memanfaatkan Infokost.id filakukan melalui publikasi oleh komunitas travel yang diposting di website, istagram, facebook maupun publikasi melalui media massa cetak, online maupun media elektronik.

Selain Bali, Infokost mulai fokus menggarap kota-kota besar lain seperti Medan, Makassar, Balikpapan, atau kota lain yang permintaan hunian sewa cukup tinggi. Termasuk pula mengubah pembayaran melalui katu kredit atau ATM yang rencana diterapkan tahun depan. Selama ini pembayaran dilkukan penyewa (user) kepada pemilik hunian sewa (properties), termasuk pula menambah jumlah listng.

“Kalau saat ini data based hunian yang listing ada 33.000, maka tahun depan kami targetkan jumlahnya bertambah jadi 40.000 yang listing,” tandas Frandly. Dari jumlah itu, hampir 50% listing secara berbayar sehingga berdampak pada meningkatna revenue yang ddapat Infokost,id. Biaya listing, mulai Rp350 ribu per semester hingga Rp600 ribu setahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)