Produsen dan distributor minuman berkarbonasi yang berkedudukan di Australia, Coca Cola Amatil (CCA), gelontorkan investasi sebesar USD 500 juta dalam 3-4 tahun ke depan di Indonesia. Dana investasi tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan upaya ekspansi produk-produk CCA melalui basisnya di Indonesia, Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI).

Presiden Direktur CCAI Erich Rey yang ditemui kemarin (14/5) di pabrik CCAI di Cibitung, optimis bahwa pasar minuman ringan di Indonesia akan terus tumbuh beberapa tahun ke depan. Pasalnya, produk minuman kemasan dalam botol selalu diminati pasar dan permintaan-nya kian melonjak dari tahun ke tahun, dibandingkan minuman kemasan botol kaca dan kaleng.

Coca Cola Amatil Indonesia secara resmi membuka pusat distribusi regional keduanya di Cibitung, kemarin (14/5). Gudang seluas 32.000 meter persegi ini dapat menyimpan lebih dari dua juta karton minuman produk CCAI, dan sudah dilengkapi dengan teknologi Warehouse Management System.

“Investasi kami sebesar USD 500 juta di Indonesia sepenuhnya akan dialokasikan untuk infrastruktur, penambahan lini produksi, peningkatan kapasitas produksi, dan memperbanyak serta memperluas penyediaan cooler Coca Cola di seluruh pelosok. Selain itu, kami juga akan fokus meningkatkan produksi minuman kemasan botol kami, namun bukan berarti kami tidak memproduksi kemasan botol kaca. Karena kami melihat tren pasar Indonesia lebih menyukai minuman dalam kemasan botol plastik, karena praktis dan bisa dibawa kemana-mana,” paparnya.

Demi mengoptimalkan pemasaran, Erich menetapkan 25% dari dana investasi 500 juta untuk meningkatkan pengadaan cooler, dimana sampai saat ini CCAI sudah memiliki sekitar 200 ribu cooler yang tersebar di gerai-gerai Coca Cola di Indonesia. “Kami berinvestasi USD 125 juta untuk memproduksi cooler. Setiap tahunnya kami menargetkan 50 ribu cooler yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” jelas Erich.

Untuk mendukung daya logistiknya, CCAI juga secara resmi membuka pusat distribusi regional Cibitung di kawasan pabrik di Cibitung, kemarin (14/5). Fasilitas pusat distribusi seluas 32 ribu meter persegi ini dapat menyimpan lebih dari dua juta karton minuman produk CCAI, dan sudah dilengkapi dengan teknologi Warehouse Management System. Pusat distribusi regional Cibitung rencananya akan melayani distribusi produksi ke kawasan Jawa Barat dan seluruh Indonesia.

“Sampai saat ini CCAI sendiri memiliki 100 pusat distribusi, namun pusat distribusi regional Cibitung ini adalah yang terbesar di Indonesia. Sebelumnya, kami juga telah membangun pusat distribusi regional di Medan seluas 10 ribu meter persegi yang telah beroperasi sejak akhir 2012 lalu. Kami juga sedang menanti penyelesaian pembangunan pusat distribusi regional di Semarang, yang diprediksi akan rampung dan bisa beroperasi Oktober 2013 mendatang,” pungkas Erich.

Sampai hari ini, CCAI sendiri telah memiliki 9 pabrik yang tersebar di Cibitung, Cikedikan, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar, dengan total pekerja lebih dari 8000 karyawan. Selain memproduksi Coca Cola, Fanta, dan Sprite—yang diklaim sebagai market leader nasional di segmen pasar minuman berkarbonasi, dengan pangsa pasar 50%—, CCAI juga memproduksi minuman seperti Ades, Frestea, Minute Maid Pulpy, Powerade, Burn, dan yang terbaru adalah minuman isotonik Aquarius.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)