Jelang New Normal, Prudential dan Eastspring Hadirkan Solusi Pengelolaan Investasi

Pasar modal menjadi salah satu industri yang ikut terdampak krisis Covid-19. Internasional Monetary Fund (IMF) mencatat telah terjadi koreksi pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia, yakni turun berturut-turut 3% dan 0,5%. Hal ini tentu saja berimbas pada koreksi Indeks Harga Saham pada hampir semua negara, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Menanggapi kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dan tekanan global, Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia telah melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah," kata Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia.

Sebagai pemimpin pasar dengan pengalaman mendalam di sektor keuangan, menurut Novi, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk senantiasa mendampingi nasabah dalam menghadapi kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Terbukti, Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia memiliki pengalaman saat menghadapi berbagai krisis besar, antara lain krisis finansial 2013 dan perang dagang AS-Tiongkok.

Sepanjang 2019 misalnya, meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat Total Dana Investasi yang menguat sebesar 3% menjadi Rp 74,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 72,1 triliun. Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat Hasil Investasi sebesar Rp 5,4 triliun, didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat Total Dana Kelolaan sekitar Rp 92,08 triliun per 31 Desember 2019, yang terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut Novi menerangkan, memasuki fase New Normal, dalam mengelola investasi nasabah, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian. Terkait dana investasi saham, perusahaan juga fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat.

“Perusahaan juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif. Untuk itu, kami meminta Nasabah untuk memastikan Polis mereka aktif sehingga senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” urai Novi.

Sementara itu, diungkapkan Alan T. Darmawan, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia, “Di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi. Kami memprediksi pandemi dapat terkendali, tetapi tidak dalam waktu singkat. Ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat."

Namun, ia meyakini, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara. Pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil. "Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi," saran Alan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)