Kemenkominfo dan GNLD Tingkatkan Literasi Digital di Kabupate Lembata

MIX.co.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) menggelar “Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Lembata, pada pertengahan September ini (13/9).


Objektif dari workshop itu adalah untuk memberikan pemahaman mengenai literasi digital kepada lebih dari 180 peserta perwakilan masyarakat dan komunitas di Kabupaten Lembata.

Workshop Literasi Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Dikatakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata Petrus Demong, “Perkembangan digital telah mengalami transformasi. Kita harus menyesuaikan diri, baik dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan dalam hal yang luas. Kita perlu menyesuaikan diri terhadap digital. Etika dan budaya digital dan sisi keamanan digital. Kegiatan seperti ini disarankan agar terus dilakukan dari waktu ke waktu."

Kali ini, tema yang diusung adalah “Produktif di Media Sosial dengan Aman, Beretika, dan Berbudaya”. Sejumlah narasumber yang dihadirkan antara lain Elmo San Siro selaku key opinion leader sekaligus sineas muda, Alfred Ike Wurin selaku ketua bidang media LSM Barakat, dan Soni Mongan selaku pegiat literasi digital.

Pada sesi tersebut, Elmo San Siro memutarkan sebuah film pendek. Dalam pemutaran film tersebut peserta diperlihatkan bahwa apa yang diposting di media sosial tidak selalu benar, semua bisa disetting. Ada baiknya media sosial digunakan sebaik-baik nya agar bisa bermanfaat.

Sementara itu, Alfred Ike Wurin mengajak masyarakat untuk berhati-hati dan menjaga data pribadi di media sosial. Tidak boleh sembarangan mengunggah data pribadi, karena bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan dapat merugikan pengguna. “Tidak semua aktivitas pribadi maupun sosial harus kita publish di media sosial,” ia mengingatkan.

Sesi terakhir diisi oleh Soni Mongan selaku pegiat literasi digital. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa etika merupakan dasar dari munculnya sebuah budaya. Aspek tersebut tidak kalah penting dengan nilai budaya itu sendiri.

“Internet adalah anugerah bagi manusia, tetapi harus dikontrol atau dikuasai oleh penggunanya. Bersuaralah dengan kreatif tanpa harus melakukan ujaran kebencian," sarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)