Ketika Pengguna Twitter di Indonesia Makin “Cerewet”

Hari ini (8/10), Twitter merilis hasil studinya yang bertajuk “Shopping on Twitter”. Ada sejumlah catatan menarik dari hasil studi yang dilakukan Twitter di tahun ini. Salah satunya, di masa pandemi,  ternyata pengguna Twitter di Indonesia makin “cerewet”. Hal ini ditandai dengan bertumbuhnya tingkat percakapan maupun jumlah pengguna di Twitter selama pandemi.

“Di masa pandemi, pertumbuhan volume percakapan para pengguna Twitter di Indonesia mencapai 145,5%. Bukti lainnya, pertumbuhan konsumsi video oleh pengguna Twitter di Indonesia mencapai 124%,” ujar Dwi Adriansah, Country Industri Head Twitter Indonesia, pada saat konferensi pers yang digelar Twitter hari ini (8/10) secara virtual.

Sementara itu, ada Top 5 Category terkait online shopping yang pertumbuhan percakapannya di Twitter terhitung tinggi pada kuartal kedua (Q2) 2020 dibandingkan Q1 2020. Kelima kategori itu adalah Pakaian/Aksesoris yang tumbuh 44%, Food/Snack yang naik 40%, Home Appliances/Elektronik yang melonjak 35%, personal care yang naik 33%, dan mobile phine/gadget yang naik 27%.

Selain itu, ada lima item produk rumah tangga teratas yang dibeli pengguna Twitter secara online pada Q1 2020. Kelimanya adalah fashion seperti pakaian dan sepatu (26,9%), make up/kosmetik/skincare (12,1%), vitamin (11,6%), gift/hadian untuk seseorang (8,6%), dan personal care (12%).

Dampak lainnya selama #StayAtHome adalah pembelian mobile phone bertumbuh. “Ada 23% pengguna Twitter yang tidak akan menunda pembelian mobile phone selama pandemi. Sementara itu, 44% pengguna Twitter juga akan mempertimbangkan membeli mobile phone baru selama pandemi,” lanjutnya.

Fakta lainnya, tambah Dwi, ada 89% pengguna Twitter di Indonesia yang membeli produk secara online dalam satu bulan terakhir. Sementara itu, 36% pengguna Twitter di Indonesia cenderung membeli merek atau produk yang memang sudah diiklankan.

“Biasanya, bentuk iklan yang mampu mendorong dan mempengaruhi pengguna untuk meng-klik iklan dan membeli produknya adalah iklan yang berformat video. Ini dibuktikan dengan pertumbuhan konsumsi video yang juga signifikan. Selain itu, iklan yang mempengaruhi pengguna adalah juga iklan yang relevan dengan isu terkini,” pungkas Dwi.

Lantas, fitur apa yang paling dicari para pengguna Twitter di Indonesia yang akan meningkatkan kemungkinan pembelian produk secara online? Dijawab Dwi, ada lima fitur yang paling menjadi pertimbangan pengguna Twitter di Indonesia dalam membeli produk secara online. Kelimanya, bebas ongkos kirim (56,5%), diskon (55,6%), review dari kustomer yang sudah membeli (54,1%), komen like atau baik di media sosial (41%), dan kemudahan pengembalian (35,4%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)