Loyalitas Menguat saat IndiHome Mampu Penuhi Kebutuhan Para Kreator Konten

MIX.co.id - Selain kreativitas dan perangkat teknologi yang mumpuni, salah satu senjata utama para kreator konten untuk memproduksi konten adalah kekuatan internet. Alih-alih tengah memposting video berkapasitas besar atau sedang live di platform digital, semuanya dapat seketika ambyar, hanya karena kualitas internet yang tidak mendukung.

Hal inilah yang dialami Gereishah Bintang Siregar, yang akrab disapa Gebin. Gen-Z yang masih berusia 18 tahun itu dikenal sebagai remaja yang aktif bermedia sosial, antara lain melalui akun Instagram @gebinsiregar_ yang kini berpengikut 19K. 

Dia juga tercatat sebagai mahasiswa semester dua di IISIP Jakarta yang rutin magang pada saat libur semeseter di perusahaan startup, penerbit AKAD. Sebagai tenaga magang yang ditempatkan di Tim Digital, diakui Gebin, ia dan tim ditugaskan memroduksi minimal empat konten video setiap harinya.

“Dalam satu hari, kami harus bikin empat konten video yang akan diposting di platform media sosial (medsos), seperti TikTok @akad.id, Instagram @id.akad, dan Twitter. Satu konten video berdurasi 2-3 menit yang berasal dari kamera yang berkualitas bagus, size-nya bisa mencapai 200-300 megabyte. Size yang besar untuk sekali posting itu, sudah pasti membutuhkan kekuatan internet yang bagus. Tidak hanya pada saat mem-posting atau ketika kami sedang live di akun medsos, kekuatan internet juga dibutuhkan pada saat kami mencari insight atau ide untuk membuat konten,” cerita Gebin.

Beruntung, kata Gebin, sejak awal AKAD mempercayakan koneksi internetnya pada IndiHome. Berdasarkan pengalaman Gebin magang di AKAD, ia selalu mulus dalam memproduksi maupun mem-posting konten. Termasuk, pada saat ada program live di platform medsos. 

“Pernah mau upload video di TikKok, yang size-nya lumayan besar dan udah mepet deadline, tapi waktu itu pakai paket data di hape. Hasilnya,  hampir 10 menit  masih belum terposting. Setelah memutuskan beralih pakai IndiHome, konten video bisa langsung terposting dalam waktu singkat. Beda kecepatan antara menggunakan IndiHome dan paket data di hape, bisa empat kali lipat,” kata Gebin, yang menyebutkan bahwa di rumahnya pun ia menggunakan layanan IndiHome sejak 2020 hingga sekarang, untuk kuliah maupun bermedsos.

Diakui Gebin, sebagai provider internet yang menawarkan layanan, bukan berarti IndiHome tak pernah mengalami gangguan. “Pernah waktu itu, ada masalah jaringan internet di AKAD. Buat kami yang kerja berbasis internet, terutama untuk membuat konten atau kampanye komunikasi, maka gangguan internet jadi masalah krusial. Untungnya, Customer Service IndiHome cepat tanggap. Pagi ditelepon, siangnya datang ke kantor, dan gak sampai satu jam, jaringan beres,” ungkap Gebin.

Bagi Gebin yang gemar bersosialisasi dan aktualisasi diri di medsos serta AKAD sebagai penerbit buku atau novel yang menyasar segmen Gen-Z dan millennial, digital memang menjadi kanal utama dalam berkomunikasi maupun menjual produk. Oleh karena itu, memilih provider internet yang mampu menjawab kebutuhan menjadi kuncinya.

Diceritakan Andri Agus Fabianto, Founder dan CEO AKAD, “Waktu itu, hanya IndiHome yang mau masuk dengan menanam kabel di DeFatmawati, Limo, Depok, lokasi kantor AKAD. Akhirnya, kami pilih paket bisnis di IndiHome untuk memenuhi kebutuhan kantor.”

Selain kualitas internetnya yang bagus, lanjut Andri, layanan CS (Customer Service) IndiHome juga bagus. “Termasuk, tim CS di medsosnya IndiHome seperti Instagram dan Twitter, juga cepat tanggap. Terbukti, saya juga menggunakan IndiHome di rumah dan pada saat gangguan, petugas CS-nya cepat tanggap,” terang Andri, tentang alasan AKAD memilih loyal dengan provider internet IndiHome. 

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)