8 Tips Untuk PR People Masa Depan

  Oleh N.Nurlaela Arief *  

N. Nurlaela Arief

“From the Arab Street to Wall Street: Communications in the Age of Dialogue adalah tema besar yang diusung pada acara 20th Public Relations World Congress (PRWC), di Grand Hyatt, Dubai, awal April 2012 lalu. Dalam kegiatan yang berlangsung dua tahun sekali ini menghadirkan lebih dari35pembicara tingkat dunia yang berasal dari kalangan PR dan tokoh terkenal. Mereka berbagi wawasan dan pengalaman terkait aktivitas yang digelutinya. Lord Chadlinton, CEO Huntsworth Plc, UK, yang juga aktif di dunia politik di Nasional House of Lord, mengingatkan tentang perubahan di industri komunikasi yang pesat pada dekade terakhir ini—menyusul munculnya digital media (jejaring sosial) sebagai media baru—yang mendorong perlunya pendefinisian kembali praktek komunikasi pada masa yang akan datang. Menurut dia, masa depan PublicRelations (PR) sekarang tidak hanya berbicara tentang bagaimana kita berkomunikasi, namun tentang substansi/content dari apa yang akan kita ungkapkan—untuk menghasilkan dialog yang biasanya diperlukan dalam komunikasi di jejaring sosial. Bagaimana professional PR memainkan peranan dalam shaping dialogue in 2022 ini, katanya, harus menjadi pegangan para PR people di masa yang akan datang. Chadlington memberikan tips dari pengalaman karirnya sejak 1974 dibidang PR. Pertama, katanya, PR peopleharus expert dalam suatu hal, lebih confident, harus greater specialization. Kedua, harus digitallyinfluence. Ketiga, harus think solutions. Keempat, memiliki kemampuan writing skill. kelima, terbuka dan berwawasan global. Keenam, selalu haus dengan ilmu pengetahuan. Ketujuh, disiplin. Kedelapan, terpercaya dengan menjunjung etika dan norma. Dengan prinsip bahwa setiap orang bisa menghasilkan berita, maka apa yang dilakukan PR di perusahaan sejatinya hampir menyerupai aktivitas newsroom. PR menerbitkan sendiri release/news di media online/cetak perusahaannya. Sementara media-media lain silahkan mengambilnya sendiri sesuai kebutuhan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan tim PR dalam menulis rilisnya dengan headline yang creative, memiliki value, menarik untuk dikutip bahkan oleh media professional untuk diteruskan ke publik secepatnya. Perubahan ini berdampak terhadap relationship antara PR dan Media. Namun, percayalah pada akhirnya kedua industri ini pasti akan saling melengkapi dan bekerja sama lebih efektif lagi di era digital ini. Yang penting, professional PR harus bisa mengatur strategi bagaimana berhubungan baik dengan main stakeholder. Tidak hanya dengan wartawan, namun juga dengan bloggers community, serta influencer yang menguasai bidang spesifik dari industri yang kita geluti. PR people perlu memahami fenomena yang berkembang bahwa, “everybody can create news, what people look for is not only information but knowledge.” Content, Technology, dan Finance Wadah Khanfar, pendiri sekaligus CEO Aljazeera, dalam speech-nya menceritakan bagaimana Aljazeera muncul sebagai integrated media yang hanya dalam tempo 12 tahun menjadi media yang sangat diperhitungkan—Aljazeera lahir pada 1999. Transformasi menjadi integratedmedia pun lalu dilakukan media-media elektronik seperti BBC, dan CNN. Merekamenggabungkaninteraktivitas di jejaring sosial dengan mainstreammedia dan bisnis. Konsep baru ini, menurut Khanfar, merupakan solusi masa depan media, untuk menghadapi perubahan lingkungan yang menjadi multimedia, dinamis, interaktif, dan people-centric. Bagaimana profesional Public Relations (PR) menghadapi perubahan lansekap media tersebut? Ada tiga hal penting yang harus dicermati oleh para professional PR pada era digital ini, yaitu content, techology dan finance. Pertama, harus disadari bahwa content merupakan platform utama. Tantangan bagi professional PR adalah mengembangkan dan men-generatecontent agar menarik dibaca. Kedua, bagaimana teknologi mendukung penarikan data yang akan di-broadcast secara personalize.Teknologi juga sangat mempengaruhi kecepatan untuk diakses. Ketiga, dari sudut finance, organisasi semestinya menganggarkan dana yang memadai untuk mendukung perubahan itu. Namun investasinya harus terukur. **Head of Public Relations PT Bio Farma (Persero), Pengurus Forum Humas BUMN, sedang mengikuti MBA – SBM ITB.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)